Akan benar-benar didapati diantara segolongan dari umatku (muhammad shallahu alahi wassalam) di akhir zaman mereka menghalalkan kemaluan wanita (zina) dan kain sutra dan khamar (minuman keras) dan alat-alat musik. [HR.bukhari]

Onani di bulan Ramadhan

Pertanyaan

Apa hukumnya seseorang yang melakukan onani di bulan Ramadhan, apakah ia diharuskan seperti orang yang menjima’i istrinya ?

Jawaban
Ia menjadi berdosa. Adapun memberikan kafarah maka ia tidak dituntut sedangkan tentang dosanya dikarenakan Nabi bersabda yang meriwayatkannya dari Rabb-nya, “…meninggalkan makanannya, minumannya dan syahwatnya karena aku.” Dan tidak ada pula atasnya kewajiban untuk mengqadha karena sesungguhnya mengqadha itu tidak ada kecuali dengan dalil. Sedangkan dalil terdapat pada orang-orang yang musafir dan yang sakit apabila berbuka. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan maka hendaknya menggantinya pada hari yang lainnya.” Demikian pula dengan wanita yang haidh, dia hendaknya mengqadha shaum dikarenakan hadits Aisyah dalam Shahihain. Dan juga orang yang menyusui dan yang hamil apabila ia berbuka diwajibkan untuk mengqadha dikarena-kan hadits Anas bin Malik Al-Ka’bi. Dan perkara qadha ini juga adalah dikarenakan ayat yang telah lewat, wallahu a’lam

sumber: Kumpulan 44 Fatwa Muqbil bin Hadi al-Wadi’i Penerjemah Ibnu Abi Yusuf
thumbnail
Judul: Onani di bulan Ramadhan
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh

Artikel Terkait fatwa, fiqh, puasa :

0 masukan atau mudhaqholat:

Post a Comment

salurkan pendapat antum tentang blog / artikel ini

 
Copyright © 2015. About - Contact - privacy policy - Disclaimer
Supported By Kumpulan Konsultasi