apakah batal apabila kita telah berwudhu, berjabatan tangan dengan orang non muslim?

jawaban
Di dalam ayat Al-Quran memang ada disebutkan lafadz yang kalau diartikan secara dzahir, kita akan menyimpulkan bahwa orang-orang musyrik (non muslim) itu najis. Sedangkan salah satu di antara hal-hal yang menyebabkan batalnya wudhu' adalah tersentuh dengan benda-benda yang najis.Ayat itu adalah:

Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik (non muslim) itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil haram sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. At-Taubah: 28)

baca juga: hukum memelihara jenggot menurut 4 imam madzhab

Namun umumnya para ulama tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud dengan lafadz najis dalam ayat ini adalah secara maknawi, bukan secara zhahir atau jasadi.

Dasarnya adalah bahwa dahulu orang-orang kafir yang datang kepada Rasulullah Shallalllahu alahi wassalam bercampur baur dengan umat Islam. Bahkan ada yang masuk ke dalam masjid. Namun Rasulullah Shallallahu alahi wassalam tidak pernah diriwayatkan memerintahkan untuk membersihkan bekas sisa orang kafir.

baca juga: apa dampak buruk tabarruj

Juga ada hadits yang menegasakan bahwa ludah mereka pun tidak najis. Karena Rasulullah Shallallahu alahi wassalam dan Abu Bakar pernah minum bersama orang-orang kafir dari wadah yang sama. Seperti hadits berikut ini:
apakah batal apabila kita telah berwudhu, berjabatan tangan dengan orang non muslim
lokmetaesh.blogspot.com

Rasulullah SAW diberikan susu lalu beliau meminumnya sebagian, lalu disodorkan sisanya itu kepada a`rabi (non muslim) yang ada di sebelah kanannya dan dia meminumnya, lalu disodorkan kepada Abu Bakar dan beliau pun meminumnya (dari wadah yang sama) lalu beliau berkata,`Ke kanan dan ke kanan`. (HR Bukhari)


Kalau ludah atau bekas air minum mereka tidak najis, maka tentu saja tubuh mereka pun bukan termasuk benda najis. Kecuali bila orang kafir itu baru saja meminum khamar, maka hukum ludahnya menjadi najis. Tetapi tubuhnya tetap bukan najis. Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Dijawab oleh: Ahmad Sarwat, Lc. Dinukil ulang oleh: atri yuanda al-pariamany

artikel baru hari ini :

---------------------------------------------------------------------------
hanya dengan 5.000 rupiah donasi yang saudara/i berikan membantu kami
mewujudkan komputer khusus dakwah media ini

kirim ke no rekening bri 3343-01-023572-53-6 atas nama atri yuanda
atau ke paypal.me/atriyuanda

setelah transfer, informasikan ke kami dengan mengirim pesan
dengan format #nama#usia#asal daerah#jumlah donasi kirim ke 085362377198

total donasi masuk hingga hari ini telah terverifikasi sebesar Rp.1.920.000
total donasi yang dibutuhkan sebesar Rp.6.500.000
*program ini ditutup setelah dana pembelian komputer memadai*

pengen dialog santai, silahkan inbox kami. syukron

cari artikel ?. ketik dibawah ini