apa saja pembagian jenis air beserta dalilnya ?

air Terdiri dari 4 jenis, selengkapnya akan kita bahas dibawah ini.1. Air mutlak
Air suci lagi menyucikan (air tersebut suci dzatnya dan menyucikan bagi yang lain)A. Air hujan, salju, es dan air embun
apa saja pembagian jenis air beserta dalilnya
www.lenntech.com`
dalilnya surat Al-anfaal[8]: 11 dan al-furqon[25]: 48

عن أَبُي هُرَيْرَةَ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْكُتُ بَيْنَ التَّكْبِيرِ وَبَيْنَ القِرَاءَةِ إِسْكَاتَةً - قَالَ أَحْسِبُهُ قَالَ: هُنَيَّةً - فَقُلْتُ: بِأَبِي وَأُمِّي يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِسْكَاتُكَ بَيْنَ التَّكْبِيرِ وَالقِرَاءَةِ مَا تَقُولُ؟ قَالَ: " أَقُولُ: اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَرَدِ "
“jika Rasulullah shallallahu alahi wassalam membaca takbir di dalam shalat, maka beliau diam sejenak sebelum membaca alfatihah. Aku pun bertanya, ‘demi kedua orang tuaku wahai Rasulullah! Apakah kiranya yang engkau baca ketika berdiamkan diri diantara takbir dengan membaca alfatihah?; Rasulullah pun menjawab, ‘aku membaca, ‘ya Allah. Jauhkanlah diriku dari dosa-dosaku sebagaimana Engkau menjauhkan timur dari barat.  Ya Allah bersihkanlah diriku sebagaimana dibersihkannya kain yang putih dari kotoran. Ya Allah sucikanlah diriku dari kesalahan-kesalahanku dengan salju, air dan embun.’ ” (teks hadits bukhari,HR jamaah kecuali Tirmidzi)
B.  Air laut, dalilnya
أَنَّ الْمُغِيرَةَ بْنَ أَبِي بُرْدَةَ - وَهُوَ مِنْ بَنِي عَبْدِ الدَّارِ - أَخْبَرَهُ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ، يَقُولُ: سَأَلَ رَجُلٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَرْكَبُ الْبَحْرَ، وَنَحْمِلُ مَعَنَا الْقَلِيلَ مِنَ الْمَاءِ، فَإِنْ تَوَضَّأْنَا بِهِ عَطِشْنَا، أَفَنَتَوَضَّأُ بِمَاءِ الْبَحْرِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: }}هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُ{{
“seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah, ‘ya rasulullah, kami biasa berlayar di lautan dan hanya membawa air sedikit. Jika kami pakai air itu untuk berwudhu, akibatnya kami akan kehausan, maka apakah boleh kami berwudhu dengan air laut?’ Rasulullah bersabda, ‘laut itu airnya suci lagi menyucikan, dan bangkainya halal dimakan.’(HR. Abu dawud)
C. Air telaga (zamzam), dalilnya
أَفَاضَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَدَعَا بِسَجْلٍ مِنْ مَاءِ زَمْزَمَ، فَشَرِبَ مِنْهُ وَتَوَضَّأَ
Sebagaimana diriwayatkan oleh Ali radhiallahu anhu “bahwa Rasulullah shallallahu alahi wassalam meminta seember penuh air zamzam, lalu meminumnya sedikit dan dipakainya  untuk berwudhu (HR. Ahmad)
D.      Air berubah disebabkan lama tergenang atau tidakmengalir atau disebabkan bercampur dengan apa yang menurut kebiasaannya atau terpisah dari air, seperti lumut dan daun-daun kayu, maka menurut ijma’ ulama air itu tetap termasuk air mutlak. Alasannya adalah setiap air yang dapat disebut air mutlak tanpa kaitan dengan unsur-unsur lain, boleh dipakai untuk bersuci. dalilnya Berdasarkan firman Allah ta’ala dalam surat  al-maidah [5]: 6
2.       Air musta’mal (air yang telah dipakai)
Air yang telah terpisah (telah terpakai) dari anggota-anggota badan orang yang berwudhu dan mandi. Hukumnya suci lagi menyucikan, sebagaimana halnya air mutlak tanpa adanya perbedaan dari segi hukum sedikit pun. dalilnya

عن أبي هريرة رضي الله عنه: أنّ النبي صلى الله عليه وسلم، لقيه في بعض طرق المدينة وهو جنب، فانخنس منه، فذهب فاغتسل ثم جاء فقال: أين كنت يا أبا هريرة فقال: كنت جنبا فكرهتُ أنْ أجالسك وأنا على غير طهارة، فقال: سبحان الله إنّ المؤمن لا ينجس
nabi shallallahu alahi wassalam berjumpa dengannya di salah satu jalan kota madinah, sedangkan waktu ia dalam keadaan junub. Maka abu hurairah menyelinap pergi  dari Rasulullah lalu mandi, kemudian datang kembali. Lantas Nabi shallallahu alahi wassalam bertanya, ‘kemana ia tadi?’ sahabat lainnya menjawab , ‘ia datang dalam keadaan junub dan tak hendak menemani baginda dalam keadaan tidak suci itu. ‘maka bersabdalah Rasullullah shallallahu alahi wassalam., ‘mahasuci Allah, orang mukmin itu tak mungkin najis.” (HR .jamaah)
Ibnu mundzir mengatakan, “diriwayatkan dari hasan, ali, ibnu umar, abu umamah, atha’, mak-hul dan nakha’i bahwa mereka berpendapat tentang orang yang lupa menyapu kepalanya lalu mendapatkan air di janggutnya, ‘cukuplah bila ia menyapu dengan air itu.’ Ini menunjukkan bahwa air musta’mal itu menyucikan dan demikianlah pula pendapatku(pendapat ibnu mundzir).”

baca juga: tambahan wa barakatuh

Mazhab ini adalah salah satu pendapat yang diriwayatkan dari malik dan syafi’i dan menurut Ibnu Hazm juga merupakan pendapat sufyan assauri, Abu Tsaur dan semua ahli zahir.

3.       Air yang tercampur dengan barang yang suci
Misalnya dengan sabun, lumut, tepung dan lain lain yang biasanya terpisah dari air. Hukumnya tetap menyucikan selama kemutlakannya masih terpelihara. Jika sudah tidak, maka hukumnya ialah suci pada dirinya dan tidak menyucikan bagi lainnya.
...فقال: اغسلنها ثلاثا أو خمسا أو أكثر من ذلك – إن رأيتن – بماء وسدر واجعلن في الأخيرة كافورا أو شيئا من كافور، فإذا فرغتن فآذّنني، فلما فرغنا آذنّاه، فأعطانا حقوه فقال: أشرعنها إياه
“Rasulullah shallahu alahi wassalam masuk ke ruangan kami pada hari ketika putrinya- zainab- wafat. Lalu beliau berkata, ‘mandikanlah ia tiga atau lima kali atau lebih banyak lagi jika kalian mau, dengan air yang dicampur dengan daun bidara. Setelah itu, campurkanlah air itu dengan kapur barus atau sedikit darinya. Jika telah selesai beritahukanlah padaku. ‘setelah selesai memandikan, kami pun memberitahukan kepada nabi. Kemudian beliau menyerahkan kain kafan untuknya seraya bersabda, ‘balutkanlah kain ini pada rambutnya!’” (HR. Jama’ah)

baca juga:wala kepada kafir 

4.       Air yang bernajis
a.       Najis mengubah salah satu  dari (rasa, warna ataupun baunya). Berdasarkan kondisi ini maka para ulama sepakat bahwa air itu tidak dapat dipakai untuk bersuci sebagaimana yang ditegaskan oleh Ibnu mundzir dan Ibnu mulqin
b.      Bila air  tetap dalam keadaan mutlak  yaitu  salah satu diantara sifatnya yang tiga tadi tidak berubah. Hukumnya ia adalah suci dan menyucikan, baik kadar air tersebut sedikit maupun banyak. Alasannya adalah

..... فقال النبي صلى الله عليه وسلم: دعوه وأريقوا على بوله سجلا من ماء، أوذبوبا من ماء؛ فإنما بعثتم ميسرين ولم تبعثوا معسرين
 seorang badui berdiri lalu kencing di masjid. Orang-orang pun (para sahabat yang berada di dalam mesjid) langsung berdiri untuk menangkapnya. Maka bersabda Nabi shallallahu alahi wassalam., ‘biarlah dia! Cukuplah kalian menuangkan pada kencingnya itu setimba atau seember air! Sesungguhnya kalian(para sahabat nabi) diutus untuk memberi kemudahan bukan sebaliknya "(HR. jamaah kecuali muslim)

baca juga: muslim terbanyak

..... فقال النبي صلى الله عليه وسلم: الماء طهور لا ينجسه شيء
Dari abu said al-qudry radhiallahu anhu, dia berkata: dikatakan, ya Rasulullah apakah saya boleh berwudhu dari sumur budhu’ah (salah satu sumur di madinah)?’ Nabi shallahu alahi wassalam bersabda, ‘air itu suci lagi menyucikan. Tak ada satu sebab pun yang menjadikannya najis’ (HR Ahmad, Syafi’i, Abu dawud, Nasa’i dan Tirmidzi). 
apa saja pembagian jenis air beserta dalilnya
harianandalas.com
Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan, sedangkan Ahmad berkata, “hadits sumur budhu’ah adalah shahih.” Hadits ini dishahihkan pula oleh Yahya bin Mu’in dan Abu Muhammad bin Hazm.

.....أنّ النبي صلى الله عليه وسلم، قال: إذا كان الماء قلتين لم يحمل الخبيث
“abdullah bin umar radhiallahu anhu bahwa nabi shallahu alahi wassalam pernah bersabda, ‘jika air kurang dari 2 kullah maka ia tidaklah mengandung najis.’” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan An-Nasa’i)

Ini juga merupakan pendapat dari Ibnu Abbas, Abu hurairah, Hasan al-bashry, Ibnu Musayyab, Ikrimah, Ibnu Abu laila, Tsauri, Dawud azh-zhahiri, Nakha’i, Malik dll. Al-Ghazali berkata, “saya berharap kiranya mazhab syafi’i mengenai air, akan sama dengan mazhab malik.”

Sumber: fiqh sunnah sayyid sabiq jilid I disalin oleh atri yuanda al-pariamany admin kumpulankonsultasi.com

artikel baru hari ini :

---------------------------------------------------------------------------
hanya dengan 5.000 rupiah donasi yang saudara/i berikan membantu kami
mewujudkan komputer khusus dakwah media ini

kirim ke no rekening bri 3343-01-023572-53-6 atas nama atri yuanda
atau ke paypal.me/atriyuanda

setelah transfer, informasikan ke kami dengan mengirim pesan
dengan format #nama#usia#asal daerah#jumlah donasi kirim ke 085362377198

total donasi masuk hingga hari ini telah terverifikasi sebesar Rp.1.920.000
total donasi yang dibutuhkan sebesar Rp.6.500.000
*program ini ditutup setelah dana pembelian komputer memadai*

pengen dialog santai, silahkan inbox kami. syukron

cari artikel ?. ketik dibawah ini