hukum sisa minuman makanan (asy-syuar) dan pembagiannya berdasarkan dalil shohih ?

Pengertian asy-syu’ar adalah sisa makanan yang masih terdapat pada bejana setelah diminum. Pembagiannya berdasarkan dalil shohih

1. Sisa minuman manusia
Air sisa minuman manusia adalah suci, baik si peminumnya orang muslim maupun orang kafir baik dalam kondisi junub maupun haid.
Adapun firman Allah ta’ala yang artinya, “sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis,” maksudnya ialah najis maknawi dilihat dari segi kepercayaan mereka yang salah dan mereka tidak waspada menjaga diri dari kotoran-kotoran serta najis. Jadi, bukanlah diri atau tubuh mereka yang najis. 

Karena mereka boleh bergaul dengan kaum muslimin, sementara para utusan dan duta-duta mereka berdatangan kepada Nabi shallallahu alahi wassalam dan memasuki masjid. Dan, sejarah tidak pernah mencatat bahwa Nabi shallahu alahi wassalam pernah menyuruh mereka untuk mencuci perkara-perkara yang berhubungan dengan tubuh mereka.

....كنت أشرب وأنا حائض,فأناوله النبيّ صلى الله عليه وسلم, فيضع فاه على موضع
Aisyah radhiallahu anha berkata, “saya minum dan saya waktu itu sedang haid. Lalu saya berikan air minum itu kepada Nabi Shallahu alahi wassalam., lantas beliau meletakkan mulutnya pada bekas (sisa) tempat mulutku untuk meminum air tersebut.” (HR Muslim)

2.       Sisa minuman binatang yang boleh dimakan dagingnya
Suci karena air liurnya keluar dari daging yang suci hingga hukumnya tidak berbeda dengan sisa minuman manusia. Abu bakar Ibnu mundzir mengatakan, “para ulama berijma’ bahwa sisa minuman binatang yang dimakan dagingnya, boleh diminum dan dipakai untuk berwudhu.
3.       Sisa minuman bagal. Keledai, binatang dan burung buas

....عن النبي صلى الله عليه وسلم، سئل: أنتوضأ بما أفضلت الحمر؟ قال نعم، وبما أفضلت السباع كلها
Dari jabir, Nabi shallahu alahi wassalam pernah ditanya, ‘bolehkah kita berwudhu dengan sisa minuman keledai?’ jawab Nabi shallahu alahi wassalam., ‘Boleh! Demikian pula dengan sisa minuman semua binatang buas.’” (HR. Syafi’i Daruquthni dan Baihaqi. “hadits ini mempunyai sanad yang bila dihimpun sebagian dengan yang lainnya, maka ia akan menjadi kuat.”)
hukum sisa minuman makanan (asy-syuar) dan pembagiannya berdasarkan dalil shohih
start.csail.mit.edu
....فقال عمر رضى الله عنه: أولغت السباع عليك الليلة في مقراتك؟ فقال له البني صلى الله عليه وسلم: يا صاحب المقراة لا تخبره هذا متكلف! لها ما حملت في بطونها، ولنا ما بقي شراب وطهور
dalam salah satu perjalanan, Nabi shallahu alahi wassalam. Berangkat pada waktu malam. Rombongan itu melewati seorang laki-laki yang sedang duduk dekat kolamnya. Umar pun bertanya padanya, ‘apakah ada hewan buas yang minum di kolammu pada malam ini?’ Nabi shallahu alahi wassalam. Bersabda, ‘hai pemilik kolam, jangan hiraukan pertanyaannya itu. Itu keterlaluan! Yang masuk ke perut binatang, maka itu adalah memang rezekinya, sedangkan yang tersisa (sisa minuman), maka ia menjadi minuman kita dan suci lagi menyucikan.’” (HR. Daruquthni)

....فقال عمرو: يا صاحب الحوض هل ترد هوضك السباع؟ فقال عمر: لا تخبرنا، فإنا نرد على السباع وترد علينا
dari yahya bin sa’id bahwa umar pergi bersama rombongan yang di dalamnya terdapat amru bin ash, hingga sampailah mereka di sebuah kolam. Amru bertanya, ‘hai pemilik kolam, apakah kolam ini pernah didatangi binatang buas untuk minum?’ ‘tidak usah dijawab pertanyaan itu, ‘kata Umar, ‘karena kita boleh minum di tempat minumnya binatang buas. Sebaliknya, binatang pun boleh minum di tempat kita.’” (HR. Malik dalam al-muwathta’)

4.       Sisa minuman kucing
Suci berdasarkan hadits Kabsyah binti ka’ab yang tinggal bersama abu qotadah bahwa pada suatu ketika abu qatadah masuk ke dalam rumah. Kemudian kabsyah menyediakan air minum untuknya. Tiba-tiba datang seekor kucing yang meminum air itu dan abu qotadah pun memiringkan mangkok hingga binatang itu dapat meminumnya.

Ketika abu qotadah melihat kabsyah memperhatikan tindakannya, ia pun bertanya, “apakah engkau tercengang wahai anak saudaraku?” “benar,” ujarnya.
Abu qatadah berkata, “sesungguhnya Rasulullah shallahu alahi wassalam bersabda,

إنها ليست بنجس، إنها من الطوافين عليكم والطوافات
"Kucing itu tidak najis. Ia termasuk binatang yang berkeliling dalam lingkunganmu.’” (HR. Bukhari, Muslim, Abu dawud, Tirmidzi dan Nasa’i

5.       Sisa minuman anjing dan babi
Najis yang harus dijauhi
....أن النبي صلى الله عليه وسلم، قال: إذا شرب الكلب في إناء أحدكم فليغسله سبعا
bila anjing minum pada bejana salah seorang dari kalian, hendaklah tempat sisa minum itu dicuci sebanyak 7 kali.” (HR. Bukhari dan muslim)

طهور إناء أحدكم إذا ولغ فيه الكلب أن يغسله سبع مرات، أولاهن بالتراب
membersihkan bejana salah seorang kamu bila dijilat anjing ialah dengan membasuhnya sebanyak 7 kali; dan cucian yang pertama kali mestinya dengan tanah.” (HR. Ahmad dan muslim)
Demikian pula sisa minuman babi, yaitu dihukumkan najis karena kotor, menjijikkan dan berdasarkan nash-nash al-qur’an yang sudah jelas.

Sumber: figh sunnah syeich sayyid sabiq jilid 1 disalin oleh atri yuanda al-pariamany admin kumpulankonsultasi.com

baca juga: wanita hamil

artikel baru hari ini :

---------------------------------------------------------------------------
hanya dengan 5.000 rupiah donasi yang saudara/i berikan membantu kami
mewujudkan komputer khusus dakwah media ini

kirim ke no rekening bri 3343-01-023572-53-6 atas nama atri yuanda
atau ke paypal.me/atriyuanda

setelah transfer, informasikan ke kami dengan mengirim pesan
dengan format #nama#usia#asal daerah#jumlah donasi kirim ke 085362377198

total donasi masuk hingga hari ini telah terverifikasi sebesar Rp.1.920.000
total donasi yang dibutuhkan sebesar Rp.6.500.000
*program ini ditutup setelah dana pembelian komputer memadai*

pengen dialog santai, silahkan inbox kami. syukron

cari artikel ?. ketik dibawah ini