Shohihkah hadits muas tentang hak Allah ta’ala kepada hambaNya?

Shohihkah hadits muas tentang hak Allah ta’ala kepada hambaNya?

Artikel ini berkaitan tentang adanya komentar fulan mengenai posting “turunnya Allah ta’ala ke langit dunia”Kami katakan bahwanya hadits muas tidak ada kaitan mengenai turunnya Allah ta’ala ke langit dunia, namun si fulan hanya bertujuan menebar syubhat dan berusaha membantah kebenaran turunnya Allah ta’ala ke langit dunia, adapun tata turunnya Allah ta’ala ke langit dunia, ini merupakan perkara gaib dan setahu kami, tidak adanya teks hadits yang menjelaskan tata caranya (bagi yang mengetahui hadits shohihnya, harap kontak kami agar kami revisi perkataan kami). Hadahullah (semoga Allah ta’ala memberi petunjuk kepada fulan tersebut).


Shohihkah hadits muas tentang hak Allah ta’ala kepada hambaNya

Berikutnya kami membahas mengenai hadits muas,Siapakah muas?
Muas bin jabal bin amru bin aus al-anshory al-khazrajy radhiallahu anhu, abu abdurrahman. Salah satu sahabat nabi dari kalangan anshor madinah yang terkenal, beliau ikut banyak peperangan termasuk perang badar dan seterusnya, beliau dipercaya untuk tempat rujukan dalam ilmu, hukum dan Alqur’an. Ketika fathul makkah, nabi mengamanahkannya untuk tinggal di makkah mengajarin muallaf tentang islam. Beliau wafat di syam pada tahun 18 hijriah disebabkan penyakit tha’un amwas (wabah pes menular lagi mematikan).

Shohihkah hadits muas tentang hak Allah ta’ala kepada hambaNya

Takhrij hadits muas
عَن معَاذ  بن جبل قَالَ: كنت ردف النَّبِي صلى الله عَلَيْهِ وَسلم على حمارٍ فَقَالَ: " يَا معَاذ، هَل تَدْرِي مَا حق الله على عباده، وَمَا حق الْعباد على الله؟ " قلت: الله وَرَسُوله أعلم. قَالَ: " فَإِن حق الله على الْعباد أَن يعبدوه وَلَا يشركوا بِهِ شَيْئا. وَحقّ الْعباد على الله أَلا يعذب من لَا يُشْرك بِهِ شَيْئا " فَقلت: يَا رَسُول الله، أَفلا أبشر بِهِ النَّاس؟ قَالَ: " لَا تبشرهم فيتكلوا ".
Dari mu’as bin jabal dia berkata: dahulu aku boncengan naik keledai bareng nabi shallallahu alahi wassalam, maka nabi berkata: “wahai muas, apakah kamu mengetahui apa hak Allah ta’ala kepada hamba-hambanya, dan apa hak hamba-hambanya kepda Allah ta’ala?” aku (muas) berkata: Allah dan rasulnya lebih mengetahui. Berkata (nabi muhammad): “maka sesungguhnya hak Allah ta’ala kepada hamba-hambanya adalah untuk beribadah kepadanya (allah ta’ala) dan tidak menyekutukannya (Allah ta’ala) dengan sesuatu apapun. Dan hak hamba kepada Allah. Agar tidak diazab bagi mereka yang tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun” maka aku berkata (muas): wahai rasulullah, bolehkah saya beri kabar gembira kepada manusia (tentang ini)?, nabi berkata: “ jangan kamu beri kabar gembira ini kepada mereka (manusia), ( jika kamu kabarin) maka mereka akan mengantungkan (amalnya pada itu). HR. Bukhari-Muslim
Shohihkah hadits muas tentang hak Allah ta’ala kepada hambaNya
thayybah.blogspot.com

Hadits shohih ini terdapat di dalam riwayat ulama hadits (imam bukhari dan imam muslim rahimahumallah) yang tidak ada bantahan kebenarannya kecuali datang dari kalangan rafidhoh dan antek-anteknya, nauzubillah.

Hadits muas mengenai hak Allah ta’ala dan hak hamba kepada Allah ta’ala dicantumkan pada salah satu bab pembahasan di dalam matan kitab “at-tauhid allahzi Huwa Haqqullah ‘alal a’bid” oleh syeikh muhammad bin abdil wahhab rahimahullah Dan di syarah oleh cucunya syeikh muhammad bin abdil wahhab pada kitab fathul majid karangan al-a’lamah syaikh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah alu syaikh.

dakwah memurnikan aqidah, menghidupkan sunnah wal jihad yang diusung syeikh muhammad bin abdil wahhab rahimahullah banyak menimbulkan pertentangan oleh yahudi, salibis barat, agama syiah, tasauf dan antek-antek mereka. munculnya istilah wahabi merupakan hasil karya mereka untuk menampilkan image jelek bagi mereka yang belajar tauhid yang shohih, mengidupkan sunnah wal jihad agar ditakuti masyarakat awam dan memudarnya dakwah tersebut, namun kami tidaklah alergi dengan istilah wahabi.

siapakah wahabi yang dimaksud muhammad bin abdil wahhab? simaklah pada posting berikutnya tentang biografi syeikh muhammad bin abdil wahhab rahimahullah.

terima kasih telah membaca artikel ini tentang "Shohihkah hadits muas tentang hak Allah ta’ala kepada hambaNya" ditulis oleh Atri yuanda al-pariamany
baca juga

artikel baru hari ini :

---------------------------------------------------------------------------
hanya dengan 5.000 rupiah donasi yang saudara/i berikan membantu kami
mewujudkan komputer khusus dakwah media ini

kirim ke no rekening bri 3343-01-023572-53-6 atas nama atri yuanda
atau ke paypal.me/atriyuanda

setelah transfer, informasikan ke kami dengan mengirim pesan
dengan format #nama#usia#asal daerah#jumlah donasi kirim ke 085362377198

total donasi masuk hingga hari ini telah terverifikasi sebesar Rp.1.920.000
total donasi yang dibutuhkan sebesar Rp.6.500.000
*program ini ditutup setelah dana pembelian komputer memadai*

pengen dialog santai, silahkan inbox kami. syukron

cari artikel ?. ketik dibawah ini