inilah pengertian kurang akal dan agama pada wanita

Nabi shallallahu alahi wassalam berstatemen bahwa wanita itu kurang akal, maksudnya adalah dia tak mampu dengan begitu baik mengontrol emosinya, sebab perasaan (janib athifiy) yang lebih dominan menguasai mereka, sehingga menyebabkan keseimbangan berfikirnya (thinking balance) agak berkurang kala sisi perasaan mereka bermain.

Nabi shallallahu alahi wassalam tak pernah sekalipun menyatakan bahwa wanita itu bodoh. Hal ini disebabkan standar kecerdasan manusia pada dasarnya tak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Masing-masing memiliki potensi yang sama, bahkan sangat banyak wanita yang lebih cerdas dari pria. "Kekurangan akal" tadi adalah kembali pada kontrol emosi. Tentu saja hal ini melihat makna "al-'aqlu" itu sendiri yang tak hanya berarti kecerdasan, tapi ada pula yang bermakna kemampuan mengendalikan pikiran.

Mengenai soal kurang agama, hal yang sudah maklum, bahwa mereka saat haid, tidak diperbolehkan shalat dan puasa. Ini pun juga hanya syakli (bentuk luar) saja, karena justru sebenarnya wanita saat meninggalkan shalat atau puasa karena haid, ia justru berada dalam pelaksanaan ibadah, yaitu tunduk pada perintah Robbnya. Bukankah jika wanita shalat dalam keadaan haid malah justru mendapat dosa?

Tentu juga

Tentu juga sangat kontradiktif seandainya maksud Nabi bahwa wanita adalah bodoh, sementara beliau sendiri sering mengambil keputusan penting setelah bermusyawarah dengan beberapa istri beliau. Dengan sangat jelas beliau menitipkan hampir separuh ilmunya pada Bunda Aisyah (ini salah satu rahasia kenapa Nabi menikahi Bunda Aisyah dalam usia muda).

Mengenai hadits yang menyatakan wanita kalau menghadap atau berpaling dalam bentuk setan adalah maksudnya dimanfaatkan sebagai media untuk menjerat. Bukan wanitanya itu yang setan. Tapi setan lah yang memanfaatkan wanita.
inilah pengertian kurang akal dan agama pada wanita
image ilustration from alhayat.com
Begitu juga soal wanita adalah tali temali setan, lalu ketika ada orang terjerat kecantikan wanita lantas menyalahkan wanita, itu juga tak tepat. Sebab wanita hanya alat saja, sama halnya dengan pembunuh berpistol, kita pasti menyalahkan orangnya bukan pistolnya.

Biasanya hadits-hadits diatas dan sejenisnya seringkali dimanfaatkan oleh musuh Islam, atau oleh orang Islam sendiri yang terperdaya oleh pemikiran Barat untuk men-judge bahwa Islam adalah agama yang merampas kebebasan wanita, agama yang tak menghargai wanita

sumber:  Budi Al Ghifari

baca juga

posting ini bermanfaat? bantu kami dengan klik like/share, syukron

---------------------------------------------------------------------------
hanya dengan 5.000 rupiah donasi yang saudara/i berikan membantu kami
mewujudkan komputer khusus dakwah media ini

kirim ke no rekening bri 3343-01-023572-53-6 atas nama atri yuanda
atau ke paypal.me/atriyuanda

setelah transfer, informasikan ke kami dengan mengirim pesan
dengan format #nama#usia#asal daerah#jumlah donasi kirim ke 085362377198

total donasi masuk hingga hari ini telah terverifikasi sebesar Rp.1.920.000
total donasi yang dibutuhkan sebesar Rp.6.500.000
*program ini ditutup setelah dana pembelian komputer memadai*

artikel baru hari ini :

cari artikel ?. ketik dibawah ini