bolehkah memulai puasa berdasarkan hitungan kalender

bolehkah memulai puasa berdasarkan hitungan kalender

Di beberapa negeri-negeri Islam, ada orang-orang yang sengaja memulai puasa hanya dengan berpatokan kepada kalender, tanpa berpegang kepada ru'yah hilal[Melihat munculnya bulan pada awal pergantian bulan] Bagaimana hukum hal tersebut?
bolehkah memulai puasa berdasarkan hitungan kalender

Syaikh Abdul Aziz bin Baz رحمه الله menjawab:
Nabi صلي الله عليه وسلم telah memerintahkan kaum muslimin untuk (memulai) puasa berdasarkan ru'yah hilal dan berbuka (untuk 'idul fithri) juga berdasarkan ru'yah hilal. Jika pada sore hari menjelang maghrib di akhir bulan tersebut cuaca mendung (sehingga tidak dapat melihat bulan), maka hendaknya menyempurnakan bilangan hari menjadi tiga puluh hari. Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda, 

"Sesungguhnya kami adalah umat yang ummi; tidak bisa membaca dan berhitung. Satu bulan itu begini, begini, dan begini." Beliau mengisyaratkan dengan semua jari-jari tangannya, lalu pada kali yang ketiga beliau menyembunyikan ibu jarinya, (yakni bahwa satu bulan itu dua puluh sembilan atau tiga puluh hari)." (Hadits muttafaq 'alaih)[Bukhari no. 1814; Muslim no. 1080]

Dalam Shahih Bukhari[Hadits no.1776] dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda:

صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ

Berpuasalah kalian apabila melihat hilal, dan berbukalah kalian bila sudah melihat hilal. Jika hari mendung (sehingga bulan tidak bisa terlihat), maka sempurnakan bilangan bulan Sya'ban menjadi tiga puluh hari."

Beliau صلي الله عليه وسلم juga bersabda:

صُومُوا حَتَّى تَرَوْا الْهِلَالَ أَوْ تَكْمِلُوا الْعِدَّةَ، وَلَا تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوْا الْهِلَالَ أَوْ تَكْمِلُوا الْعِدَّةَ

"Janganlah kalian berpuasa sampai kalian melihat hilal atau menyempurnakan bilangan (hari bulan Sya'ban), dan janganlah kalian berbuka hingga melihat hilal atau menyempurnakan bilangan (hari bulan Ramadhan).[Shahih Bukhari hadits no.1773 dari riwayat Abdullah Ibnu Umar]

Banyak hadits-hadits yang menyebutkan tentang hal ini, yang kesemuanya menunjukkan wajibnya melakukan ru'yatul hilal atau menyempurnakan bilangan (hari), manakala tidak dapat melihat bulan, dan sekaligus menunjukkan akan ketidakbolehan bersandar kepada hisab (hitungan kalender). Syaikhul Islam telah menyebutkan adanya ijmak para ulama, tentang ketidakbolehan berpegang kepada hisab dalam menetapkan awal bulan. Dan itulah yang benar; yang tidak ada keraguan padanya. Wallahu waliyut taufiq.

[Syaikh Bin Baz- dari risalah Fatawa As-Shiyam hal.12-13 , penyusun Muhammad Al-Musnid, cet. 2 thn. 1419, Dar Al-Wathan, Riyadh, KSA]

Disalin dari Majalah Fatawa Vol. 01/I/1423_2002, hal 10-11 dengan judul: Tidak Boleh Berpegang Kepada Hisab Dalam Penetapan Awal Bulan 
terima kasih telah membaca artikel ini tentang "bolehkah memulai puasa berdasarkan hitungan kalender"

baca juga

posting ini bermanfaat? bantu kami dengan klik like/share, syukron

---------------------------------------------------------------------------
hanya dengan 5.000 rupiah donasi yang saudara/i berikan membantu kami
mewujudkan komputer khusus dakwah media ini

kirim ke no rekening bri 3343-01-023572-53-6 atas nama atri yuanda
atau ke paypal.me/atriyuanda

setelah transfer, informasikan ke kami dengan mengirim pesan
dengan format #nama#usia#asal daerah#jumlah donasi kirim ke 085362377198

total donasi masuk hingga hari ini telah terverifikasi sebesar Rp.1.920.000
total donasi yang dibutuhkan sebesar Rp.6.500.000
*program ini ditutup setelah dana pembelian komputer memadai*

artikel baru hari ini :

cari artikel ?. ketik dibawah ini