Menjadikan Sutrah Pembatas Ketika Hendak Shalat

1. Menjadikan Sutrah (Pembatas)1 Ketika Hendak Shalat

Menjadikan Sutrah Pembatas Ketika Hendak Shalat
image from www.al-feqh.com

Hadits yang menerangkan hal ini sangat mashur. Diantaranya hadits Ibnu Umar رضي الله عنهما:

لاَ تُصَلِّ إِلاََّ إِلَى سُتْرَةٍ ، وَ لاََ تَدَعْ أَحَدًا يَمُرُّ بَيْنَ يَدَيْكَ، فَإِنْ أَبَى فَلْيُقَاتِلْهُ، فَإِنَّ مَعَهُ القَرِيْنَ

"Janganlah shalat, kecuali dengan menggunakan sutrah (pembatas). Dan jangan biarkan seseorang lewat di hadapanmu. Jika dia tidak mau, maka laranglah dia, sesungguhnya bersamanya jin."2



Sedangkan dalam shalat berjama’ah, maka kewajiban mengambil sutrah ditanggung oleh imam. Hal ini tidak perselisihan di kalangan para ulama.3

Nabi صلى الله عليه وسلم telah menerangkan, bahwa lewat di hadapan orang yang shalat merupakan perbuatan dosa. Beliau صلى الله عليه وسلم bersabda, “Jika orang yang lewat di hadapan orang shalat mengetahui apa yang dia peroleh (dari dosa, pen.), niscaya (dia) berdiri selama empat puluh, (itu) lebih baik daripada melewati orang yang sedang shalat tersebut.”

Salah seorang rawi hadits bernama Abu Nadhar berkata, “Aku tidak tahu, apakah (yang dimaksud itu, red.) empat puluh hari atau bulan atau tahun.4

footnote
1. Pembatas yang sah untuk dijadikan sutrah adalah setinggi beban unta, yaitu kira-kira satu hasta. Lihat Akhtha-ul Mushallin, halaman 83.2. HR Muslim no. 260 dan yang lain.3. Fathul Bari, 1/572.4. HR Bukhari 1/584 no. 510 dan Muslim 1/363 no. 507

lanjutan pembahasan tentang "wajib tahu, 8 adab imam berjamaah"

baca juga
Powered by Blogger.