meringankan atau takhfifi pelaksanaan shalat

3. takhfifi shalat. Yaitu mempersingkat shalat demi menjaga keadaan jama’ah dan untuk memudahkannya. Batasan dalam hal ini, ialah mencukupkan shalat dengan hal-hal yang wajib dan yang sunat-sunat saja, atau hanya mencukupkan hal-hal yang penting dan tidak mengejar semua hal-hal yang dianjurkan.1 Diantara nash yang menerangkan hal ini, ialah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah رضي الله عنه:

إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ لِلنَّاسِ فَلْيُخَفِّفْ فَإِنَّ فِيْهِمُ السَّقِيْمَ وَ الضَّعِيْفَ وَ اْلكَبِيْرَ، وَ إِذَا صَلَّى لِنَفْسِهِ فَلْيُطِلْ مَا شَاءَ

"Jika salah seorang kalian shalat bersama manusia, maka hendaklah (dia) mentakhfif, karena pada mereka ada yang sakit, lemah dan orang tua. (Akan tetapi), jika dia shalat sendiri, maka berlamalah sekehandaknya"2

meringankan atau takhfifi pelaksanaan shalat
image ilustration from vb.top-new.net


Akan tetapi perlu diingat, bahwa takhfif merupakan suatu perkara yang relatif. Tidak ada batasannya menurut syari’at atau adat. Bisa saja menurut sebagian orang pelaksanaan shalatnya terasa panjang, sedangkan menurut yang lain terasa pendek, begitu juga sebaliknya. Oleh karenanya, hendaklah bagi imam -dalam hal ini- mencontoh yang dilakukan Nabi صلى الله عليه وسلم, bahwa penambahan ataupun pengurangan yang dilakukan beliau صلى الله عليه وسلم dalam shalat, kembali kepada mashlahat. Semua itu, hendaklah dikembalikan kepada sunnah, bukan pada keinginan imam, dan tidak juga kepada keinginan makmum.3

footnote
1. Shalatul Jama’ah, Syaikh Shalih Ghanim Al Sadlan, halaman 166, Darul Wathan 1414 H.
2. HR Bukhari, Fathul Bari, 2/199, no. 703.
3. Shalatul Jama’ah, halaman 166-167.


baca juga
bolehkah pengobatan dengan bacaan alfatihah
kapan ikhtilath itu diharamkan
hukum membeli rumah dengan sistem kpr
Powered by Blogger.