Pentingnya Menikah bagi Seorang Pemuda Lajang

Hati seorang pemuda yang belum menikah ibarat teh yang belum bergula, akan terasa hambar bila belum dibubuhi gula. Hatinya akan terasa kosong dan kurang bila tidak diisi oleh si buah hati yang manis. Itulah istri yang akan mengiringi setiap langkahnya. Suka dan duka tidak akan terasa asyik dan manis jika saja ia menghadapinya seorang diri.

Al-Imam Abu Abdir Rahman Thawus bin Kaisan Al-Yamaniy Al-Farisiy (tabi'in tsiqah, wafat pada 106 H) rahimahullah berkata,

لاَ يَتِمُّ نُسُكُ الشَّابِّ حَتَّى يَتَزَوَّجَ.
"Tidak akan sempurna nusuk (ibadah dan ketaatan) seorang pemuda sampai ia menikah."
[Atsar riwayat Sa'id bin Manshur dalam Sunan-nya no. 497 dan Abu Nu'aim dalam Hilyatul Auliya` 3/6]

Pentingnya Menikah bagi Seorang Pemuda Lajang
image from usaboox.com

Tidak heran bila Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengabarkan kepada kita bahwa menikah adalah separuh iman. Istri yang merupakan sahabat dan teman hidup amat membantu seorang pemuda dalam meringankan sebagian besar kesibukan hajat hidupnya, berupa berkhidmat dan merawat anak, orang tua, bahkan suami.

Istrilah yang memangku semua tugas-tugas (baik kecil maupun besar) dalam rumah suaminya. Dialah yang akan menguatkan dan menghibur hati suami di atas ketaatannya saat suami menghadapi berbagai macam beban dan kendala.

Istri adalah madrasah (sekolah) pertama bagi generasi Islam yang akan menjadi penerus perjuangan Sunnah Rasul shallallahu alaihi wa sallam. Dialah yang mendoakan suaminya dalam segala halnya.



Ada sebuah hal yang sering dilupakan oleh seorang suami pada istrinya, yaitu istri adalah wasilah dan sebab bagi seorang suami dalam meraih segudang kebaikan dan pahala. Dengan menafkahi istri dan anak-anaknya, suami telah meraih keutamaan berinfaq dan bersedekah. Dengan istri, suami telah menjaga kesucian diri dan istrinya. Dengan istri, seorang suami telah melakukan ta'awun syar'iy (tolong-menolong dalam perkara yang dianjurkan dalam syariat). 

Dengan istri, kita telah menjalin ukhuwah yang erat dan luas dengan istri dan keluarganya. Dengan istri, terjalinlah cinta suci di atas minhajun nubuwah. Dengan istri, tumbuhlah berbagai amalan shalih. Dengan istri, seseorang telah membantu merealisasikan harapan Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang mengharapkan umatnya sebagai umat terbanyak di antara umat-umat lain. Dengan adanya istri, beban hidup pada diri kita dan pada dirinya akan menjadi ringan.

Jika kita mau menghitung kebaikan dari menikahi seorang wanita, amatlah banyak. Sebagian kebaikan itu boleh jadi luput kita sebutkan. Kebaikan dan faedah pernikahan akan dirasakan oleh mereka yang telah mengarungi kehidupan berumah tangga.
Jika begini banyaknya kebaikan dan pahala yang kita dapatkan dari menikahi seorang wanita, nah tentunya akan lebih banyak lagi yang didapatkan bagi mereka yang menikahi dua, tiga, atau empat orang wanita.

Wahai para pemuda, apalagi yang menghalangi dirimu dari meraih segudang pahala bersama bunga hatimu?!

tulisan Al-Ustâdz Abdul Qodir, Lc. Hafizhahullâh

dibawah ini, posting terbaru kami di twitter "yuk baca and share"

dapatkan pesan dakwah harian di inbox whatsapp anda


Cara daftar
Ketik nama#usia#asal daerah kemudian kirim ke no whatsapp kami ini 0821 6826 4963

Simpan no whatsapp kami dgn nama "1hari 1ilmu"

Jadilah anda petunjuk jalan dan dapatkan setiap kebaikan dari orang yg anda ajak
Kunjungi dan baca artikel lainnya di
kumpulankonsultasi.com
https://telegram.me/mengenalislamyuk

Portal share artikel asatizah, informasi dan berita islam
bantu kami share info ini

cari artikel ?. ketik dibawah ini