BACAAN AL-FATIHAH ATAS ORANG YANG TELAH MENINGGAL

kumpulankonsultasi- Membacakan Al-Fatihah atas orang yang telah meninggal tidak saya dapatkan adanya nash hadist yang membolehkanya. Berdasarkan hal tersebut maka tidak diperbolehkan membacakan Al-Fatihah atas orang yang sudah meninggal.


Karena pada dasarnya suatu ibadah itu tidak boleh dikerjakan hingga ada suatu dalil yang menunjukkan disyari'atkannya ibadah tersebut dan bahwa perbuatan itu termasuk syari'at Allah Subhaanahu wa Ta'ala. Dalilnya adalah bahwasanya Allah mengingkari orang yang membuat syari'at dan ketentuan dalam agama Allah yang tidak diizinkan-Nya.

baca juga: apa kafarat bagi wanita berjima

Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman.
"Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyari'atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah. Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang zhalim itu akan memperoleh adzab yang amat pedih." (Asy-Sura;21)

Telah diriwayatkan dari Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam bahwasanya beliau bersabda :
"Barangsiapa melaksanakan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami maka amalan tersebut tertolak."

Apabila tertolak maka termasuk perbuatan batil yang tidak ada manfaatnya. Allah berlepas dari ibadah untuk mendekatkan diri kepada-Nya dengan cara demikian.

Adapun mengupah orang untuk membacakan Al-Qur'an kemudian pahalanya diberikan untuk orang yang telah meninggal termasuk perbuatan haram dan tidak diperbolehkan mengambil upah atas bacaan yang dikerjakan. Barangsiapa mengambil upah atas bacaan yang dilakukannya maka ia telah berdosa dan tidak ada pahala baginya, karena membaca Al-Qur'an termasuk ibadah, dan suatu ibadah tidak boleh dipergunakan sebagai wasilah untuk mendapatkan tujuan duniawi.

BACAAN AL-FATIHAH ATAS ORANG YANG TELAH MENINGGAL

Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman :
"Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka didunia dengan sempurna dan mereka didunia itu tidak akan dirugikan."
(Huud; 15)

baca juga: kapan waktu niat puasa ramadhan

Oleh ; Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
[Nur 'Alad Darbi, Juz I, I'dad Fayis Musa Abu Syaikhah]

donasi anda membantu eksisnya blog dakwah kami ini, kirim ke 3343-01-023572-53-6 (rek bri simpedes) atas nama atri yuanda

posting ini bermanfaat? bantu kami dengan klik like/share, syukron

---------------------------------------------------------------------------
hanya dengan 5.000 rupiah donasi yang saudara/i berikan membantu kami
mewujudkan komputer khusus dakwah media ini

kirim ke no rekening bri 3343-01-023572-53-6 atas nama atri yuanda
atau ke paypal.me/atriyuanda

setelah transfer, informasikan ke kami dengan mengirim pesan
dengan format #nama#usia#asal daerah#jumlah donasi kirim ke 085362377198

total donasi masuk hingga hari ini telah terverifikasi sebesar Rp.1.920.000
total donasi yang dibutuhkan sebesar Rp.6.500.000
*program ini ditutup setelah dana pembelian komputer memadai*

artikel baru hari ini :

cari artikel ?. ketik dibawah ini