minoritas kristen berkuasa, umat islam indonesia harus bersatu

Profil Pimpinan KPK terpilih :
(1). Irjend Pol Basaria Panjaitan (KRISTEN)
(2). Agus raharjo (KRISTEN) 
(3). Saut situmorang (KRISTEN) 
(4). Alexander Marwata (KRISTEN) 
(5). La ode muhammad syarif (ISLAM)
(4 KRISTEN ; 1 ISLAM)

Laa hawla wa laa quwwata illa billaahil 'aliyyil 'adhiim....

Ust Ainul Harits:
Tampaknya skenario besar mengkristenkn Indonsia bagi mereka semakin mulus . Memang program 2020 indonsia jadi mayoritas kristen belum terwujud tapi jalan itu -menurut mereka -sangat terbuka dengan usaha dan kerja keras mereka selama ini. Ini tentu berbeda dengan umat Islam yang merasa tidak akan terjadi apa-apa dan menganggp kecil kerja keras misionaris.

Padahal kristen tancapkan visi misi tujuan dan program-program strategis
Tahap awal mereka menggarap pinggir Indonsia dengan pendekatan sosial budaya dan ekonomi. Banyak desa-desa yang sudah mayoritas kristen bahkan anak-anak dan keturunan kyai banyak yang jadi kristen dan pendeta. Kini, setelah sukses tersebut mereka pake pendekatan politik dan HAM.

Hasilnya, banyak gubernur, bupati, dan walikota dan pejabat kristen padahal rakyat yang dipimpinya mayoritas muslim. Sekarang Mereka bergerak dengan bener-benar kerja keras dan bersatu menggunakn segala pendekatan yang memungkinkan untuk kristenkan indonesia.

Mereka sibukkan pejabat muslim dengan isu-isu murahan padahal sejatinya mereka sedang mainkan peran strategis untuk menstigma buruk pejabat muslim.

Ingat KPK tidak akan menangkap pejabat kecuali ada yang lapor. Banyak pejabat korup tidak tersentuh karena tidak ada yang lapor.

Sementara targetnya dengan KPK kristen adalah sesedikit apapun kesalahan pejabat muslim khususnya yang taat akan diungkap dan digelandang jdi tahanan KPK.

Padahal siapa pejabat yang tidak punya salah? Akhirnya pejabat Islam diidentikkan dengan koruptor yang non muslim dicitrakan bersih seperti Ahok. Lalu timbullah ungkapan: "Lebih baik milih pejabat non muslim yang bersih tidak korup daripada milih pejabat muslim tapi korup." Jika demikian tidak ada lagi urusan agama dalam hal milih pemimpin.

minoritas kristen berkuasa, umat islam indonesia harus bersatu
image from www.indonesiamedia.com

Dan itu terbukti di Jakrta dan Solo. Dan akan ditularkan ke seluruh indonsia. Kita nanti akan lihat banyak pejabat non muslim yang dicitrakan bersih untuk mimpin negri ini. Padahal sebtulnya mereka bukan bersih tapi korupsinya dilindungi, tidak dilaporkan. Dan kalo kristen  sudah menguasai politik di segala lini berkolaborasi dengan syiah maka tunggulah kehancuran Indonesia.

Saudara-saudaraku bekerjalah, bekerjalah, bekerjalah sekeras yang anda mampu untuk bela agama Islam kalian. Yang dulu saat kemerdekaan muslimin berjumlah 99.99% tapi kini tinggal 83%.

Irsun Badrun: Benar ust.
Sekarang ada Isu di Maluku Utara, dua partai Islam mengusung bupati kristen, dan sesuai yang diberitakan KPU, mereka bisa meraup suara terbanyak yang ada dikepulauan sula.

Di Halmahera selatan juga, satu kandidat yang meraup suara terbanyak, mereka kampanye dengan memboyong pendeta ke mana2 padahal maluku utara mayoritas muslim dan pada tahun 2000 maluku utara dinyatakan bersih dari kristen kecuali tobelo.

Tapi sekarang mereka mulai mengambil peranan di pemerintahan.

Gerakan mereka sangat rapi

Ust Dr. Slamet: Miumi sedang menggodog hal itu makassar sebagai salah satu topik sidang pleno

Ust Dr. Slamet: Salah satu keprihatinan besar yang dibicarakan adalah kasus solo yang dipimpin kembali orang kristen, umat islam benar-benar diuji berat

Ust Ainul Harits: Yang terlupakan juga kita muslimin tidak perhatian dg hukum. Menkumham kita kristen dan termasuk KPK yang mayoritas kristen adalah urusan hukum. Anehnya yang milih mereka juga orang Islam.

Ust Dr. Slamet: Ujian kita berikutnya  Apakah Ahok jadi lg nggak ? Kalau jadi lagi, bukan tidak mungkin Indonesia ke depan dipimpin minoritas bila umat islam seperti umat islam Solo.

info diambil dari group dakwah whatsapp

baca juga

artikel baru hari ini :

---------------------------------------------------------------------------
hanya dengan 5.000 rupiah donasi yang saudara/i berikan membantu kami
mewujudkan komputer khusus dakwah media ini

kirim ke no rekening bri 3343-01-023572-53-6 atas nama atri yuanda
atau ke paypal.me/atriyuanda

setelah transfer, informasikan ke kami dengan mengirim pesan
dengan format #nama#usia#asal daerah#jumlah donasi kirim ke 085362377198

total donasi masuk hingga hari ini telah terverifikasi sebesar Rp.1.920.000
total donasi yang dibutuhkan sebesar Rp.6.500.000
*program ini ditutup setelah dana pembelian komputer memadai*

pengen dialog santai, silahkan inbox kami. syukron

cari artikel ?. ketik dibawah ini