AKU SEORANG MUSLIM, MENOLAK PERAYAAN TAHUN BARU

Mencintai Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam merupakan harga mati Yang tidak bisa ditawar bagi seorang Muslim ataukah muslimah.

Dalam hadits
لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحب إليه من والده وولده و الناس أجمعين.
 Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian sampai ia mencintai aku melebihi kecintaannnya terhadap orangtuanya, anaknya dan seluruh manusia.


Menjadi salah satu konsekwensi Dan bentuk perwujudan dari kecintaan kepada nabi adalah dengan membenarkan berita-berita yang disampaikannya,ta'at dan patuh terhadap apa Yang diperintahkannya serta menjauhi dan meninggalkan larangannya.

Termasuk perkara Yang diperingatkan oleh rasulullah adalah untuk tidak menyerupai kebiasaan orang kafir.

Dalam hadits yang shohih nabi bersabda:
من تشبه بقوم فهو منهم
Barangsiapa Yang meniru suatu kaum mama sungguh ia termasuk kaum tersebut.

Adalah peringatan TAHUN BARU MASEHI yang dari tahun ke tahun dirayakan oleh orang kafir diberbagai belahan dunia, Dan menjadi perkara yang sangat disayangkan tatkala kaum muslimin Dan muslimah turut larut dari perayaan tersebut.

Perayaan TAHUN BARU MASEHI merupakan perkara Yang terlarang dalam Islam, Disebabkan beberap perkara:

1.Perayaan tahun baru masehi merupakan perkara baru dalam agama Yang tidak ada asalnya dalam syariat.

Nabi Shallallahu alaihi wasallam telah melarang ummatnya dari perkara baru dalam agama.

Dalam hadits 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha Nabi bersabda :

   من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد.
Barangsiapa Yang membuat perkara baru dalam agama Islam Yang tidak ada bimbingannya maka amalan tersebut akan tertolak.

2.Seorang Muslim ataukah muslimah tidak diperbolehkan merayakan sebuah perayaan Yang tidak diperbolehkan oleh syariat Yang mulia ini.


Dan sungguh nabi kita telah mensyariatkan dua perayaan yaitu idul fitri Dan idul adha.

Dalam hadits Yang diriwayatkan oleh abu daud dan an-nasai dari sahabat anas bin malik:

قد أبدلكم الله تعالى خيرا منهما يوم الفطر والأضحى.
Dan sungguh Allah telah menggantikan kepada kalian perayaan jahilah tersebut dengan perayaan yang lebih baik yaitu idul fitri Dan idul adha.

3.Tidaklah disyariatkan dalam Islam perayaan hari kelahiran siapapun orangnya.

Sama saja apakah perayaan itu menyangkut kelahiran nabi Muhammad atau selainnya dari para nabi ataukah orang-orang sholeh.

Kelahiran para nabi demikian pula kematian mereka tidaklah dijadikan momentum perayaan agama dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah ta'ala.

4.Sesungguhnya perayaan tahun baru Yang ada hubungannya dengan tahun kelahiran nabi 'isa alaihi salam didalamnya terdapat unsur berlebihan dan ekstrim dalam bentuk kecintaan terhadapnya.

Dan perkara ini merupakan ciri Dan kebiasaan orang-orang nashrani di zaman ini.

Sungguh perkara ini telah di peringatkan oleh nabi muhammad jauh hari sebelumnya,dalam sabda beliau:

لا تطروني كما أطرت النصارى المسيح ابن مريم.
Dan janganlah kalian melampaui batas atas diriku sebagaimana orang-orang nashara melampaui batas dan ekstrim terhadap al-masih ibnu maryam.

5.Perayaan tahun baru masehi didalamnya ada unsur berloyalitas terhadap orang kafir dan salah satu bentuk dukungan terhadap syiar dan kebiasaan mereka sekaligus bentuk motivasi kepada orang kafir bahwa perayaan yang mereka lakukan adalah sebuah kebenaran.


Dan ini semua adalah perkara yang diharamkan dan termasuk dosa besar.
Allah berfirman:

يا أيها الذين آمنوا لا تتخذوا اليهود والنصارى أولياء بعضهم أولياء بعض، ومن يتولهم منكم فإنه منهم.
Wahai orang-orang yang beriman janganlah kalian menjadikan orang-orang yahudi dan nashara penolong sebagian terhadap sebagian yang lain,barangsiapa yang berloyalitas terhadap mereka maka sungguh ia termasuk golongan mereka. Qs. Maidah:  51.

6.Perayaan Tahun baru merupakan perilaku meniru-niru kebiasaan orang nashrani.

Dan perkara ini merupakan dosa besar Yang telah diperingatkan oleh nabi Muhammad dalam salah satu sabdanya:
من تشبه بقوم فهو منهم
Barangsiapa Yang menyerupai suatu kaum maka sungguh ia termasuk golongan kaum tersebut.
Dan menyerupai bentuk dzhohir Akan menggiring kepada bentuk penyerupaan bathin dan mengarah kepada rasa cinta dan loyal it as antara yang ditiru Dan Yang meniru.

Oleh sebab itulah Islam datang until memangkas dan memutuskan segala bentuk sarana Yang membawa seorang Muslim ataukah muslimah untuk bersikap kagum terhadap orang-orang kafir,ridho dengan agama mereka.

7.Sesungguhnya perayaan yang disyariatkan bagi kaum muslimin adalah tatkala mereka selesai melakukan suatu ibadah, Sebagai bentuk kesyukuran kepada Allah atas kemudahan melakukan ibadah tersebut.

Maka perayaan hari raya idul fitri diselenggarakan setelah kaum muslimin menyelesaikan ibadah puasa ramadan sebulan penuh, Perayaan idul adha diselenggarakan setelah menyempurnakan ibadah haji.

Maka ini semua merupakan bentuk kebahagiaan,rasa syukur dan ibadah kepada Allah, dan bukan kebahagiaan disebabkan makhluk ataukah perkara dunia.

Dan makna ini tidak terdapat dalam perayaan tahun baru masehi.

Ditambah lagi bahwa syariat yang di bawa oleh nabi isa telah dihapus seiring datangnya syariat yang dibawa oleh nabi muhammad shalallahu alaihi wa sallam, Maka tidak disyariatkan bagi seorang muslim untuk merayakannya dan mengikuti syariat nabi isa-alaihi salam.
AKU SEORANG MUSLIM, MENOLAK PERAYAAN TAHUN BARU
image from www.trentekno.com

Mari wahai saudaraku sekalian tunjukkanlah jatidirimu sebagai seorang muslim dan muslimah, Beranikan dirimu untuk mengatakan tidak untuk perkara yang baru dalam agamamu, Banggalah engkau sebagai seorang muslim, Jika engkau mengharapkan keselamatan maka tempuhlah jalan-jalannya.

Sebagai penutup dari artikel ringkas ini, saya kutipkan ucapan seorang penyair arab :
ترجو النحاة ولم تسلك مسالكها، إن السفينة لا تجري على اليبس.
Engkau mengharapkan keselamatan akan tetapi engkau tidak berupaya menempuh jalurnya.
Sesungguhnya perahu tidaklah mungkin bisa berlayar diatas daratan.

الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات.
Saudara kalian: Abu 'abdillah Sahal 21-Robi'ul Awwal / 31- Des Ba'dal ashar BANDA ACEH.

donasi anda membantu eksisnya blog dakwah kami ini, kirim ke 3343-01-023572-53-6 (rek bri simpedes) atas nama atri yuanda

artikel baru hari ini :

---------------------------------------------------------------------------
hanya dengan 5.000 rupiah donasi yang saudara/i berikan membantu kami
mewujudkan komputer khusus dakwah media ini

kirim ke no rekening bri 3343-01-023572-53-6 atas nama atri yuanda
atau ke paypal.me/atriyuanda

setelah transfer, informasikan ke kami dengan mengirim pesan
dengan format #nama#usia#asal daerah#jumlah donasi kirim ke 085362377198

total donasi masuk hingga hari ini telah terverifikasi sebesar Rp.1.920.000
total donasi yang dibutuhkan sebesar Rp.6.500.000
*program ini ditutup setelah dana pembelian komputer memadai*

pengen dialog santai, silahkan inbox kami. syukron

cari artikel ?. ketik dibawah ini