BIMBINGAN MENJAGA KEHARMONISAN HUBUNGAN SUAMI ISTERI

Seorang penanya berkata: Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- telah berwasiat untuk memperlakukan/mempergauli para wanita (istri-istri kita) dengan baik. Maka bagaimanakah bentuk pergaulan yang baik kepada mereka (para istri) dalam kondisi mereka juga banyak kesalahannya?

BIMBINGAN MENJAGA KEHARMONISAN HUBUNGAN SUAMI ISTERI
image ilustration from https://baitijannati.files.wordpress.com

Jawaban:
Bentuk pergaulan yang baik kepada mereka (isteri) :
Yang pertama, adalah dengan bersabar terhadap mereka, mengajari mereka, mendidik mereka adab yang baik, dan menghasung mereka untuk berpegang teguh dengan syari'at, yaitu Al Qur'an dan Sunnah.

Kemudian setelah itu, dengan menunjukkan kasih sayang kita kepada mereka:
Dengan perkataan yang indah pergaulan yang baik memberikan hadiah, dan yang semisalnya
Kemudian juga dengan berlemah lembut kepada mereka ketika muncul dari mereka sebuah kesalahan, karena wanita (isteri itu) memikul tanggung jawab pekerjaan rumah tangga yang terkadang menimbulkan rasa tertekan pada diri mereka sehingga menyebabkan mereka terjatuh pada kesalahan.
Maka yang wajib atas kalian (para suami) adalah berbuat baik kepada mereka, karena Allah -Jalla wa 'Ala- memerintahkan hal ini, Allah berfirman:

"Dan pergaulilah mereka dengan baik!" (An-Nisa':19)

baca juga: menutup kepala

Allah memerintahkan untuk mempergauli/memperlakukan mereka dengan baik.

Dan hendaknya engkau menjauhkan diri dari memukul wanita walaupun dia berbuat kesalahan dengan tidak menunaikan hakmu.

Sesungguhnya 'Aisyah, ibunda kaum mu'minin, -radhiyallahu 'anha- berkata:
"Tidak pernah sekalipun Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- memukul wanita (isterinya) maupun pelayan dengan tangan beliau."


Dahulu beliau -'alaihi ash-sholatu wa as-salaamu- terkadang memberikan hukuman kepada istri-istri beliau (dalam rangka mendidik, pen) dalam bentuk hajr (boikot) jika mereka berbuat kesalahan.
Maka engkau -wahai saudara penanya-, wajib atasmu untuk bersikap baik dengan perkataan maupun perbuatan, maka engkau akan mendapati kebaikan dari istrimu -in sya Allah Tabaraka wa Ta'ala-.

Jika engkau bersabar, engkau akan bisa bersenang-senang dengan wanita di atas kebengkokan yang ada pada dirinya.

Jika engkau tidak mampu bersabar, engkau gelisah dan marah lalu engkau berusaha untuk "meluruskan" nya, maka bisa jadi engkau akan "mematahkan" nya yang itu bermakna menceraikannya.
Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda:

"Janganlah seorang mu'min membenci seorang mu'minah. Jika dia membenci dari dirinya suatu akhlak, dia akan ridha akhlak yang lain yang ada padanya."

Maka yang wajib atasmu, jika engkau melihat dari istrimu sesuatu yang membuatmu tidak suka/benci, maka ingatlah amalan-amalan baiknya, sesungguhnya hal itu bisa menghilangkan kesedihanmu dengan izin Allah -Tabaraka wa Ta'ala-.

baca juga: hukum ikut merayakan imlek

Kesimpulan dari ini semua, hubungan suami istri akan bisa langgeng dengan baiknya pergaulan di antara keduanya."

http://ar.miraath.net/fatwah/10966 ||  https://bit.ly/ManhajulAnbiya
Majmu'ah Mudzakaroh Salafiyyah, tulisan asy-Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah
sumber: group dakwah whatsapp

donasi anda membantu eksisnya blog dakwah kami ini, kirim ke 3343-01-023572-53-6 (rek bri simpedes) atas nama atri yuanda

artikel baru hari ini :

---------------------------------------------------------------------------
hanya dengan 5.000 rupiah donasi yang saudara/i berikan membantu kami
mewujudkan komputer khusus dakwah media ini

kirim ke no rekening bri 3343-01-023572-53-6 atas nama atri yuanda
atau ke paypal.me/atriyuanda

setelah transfer, informasikan ke kami dengan mengirim pesan
dengan format #nama#usia#asal daerah#jumlah donasi kirim ke 085362377198

total donasi masuk hingga hari ini telah terverifikasi sebesar Rp.1.920.000
total donasi yang dibutuhkan sebesar Rp.6.500.000
*program ini ditutup setelah dana pembelian komputer memadai*

pengen dialog santai, silahkan inbox kami. syukron

cari artikel ?. ketik dibawah ini