TATKALA AKAR MEMBUSUK oleh ustadz abu fairuz

kumpulankonsultasi- Pohon yang rindang dengan buah yang lebat hanya kan didapat dari pohon yang akarnya kuat menghujam ke bumi dan batang dan cabangnya menjulang kelangit.

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,

تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا ۗ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ
pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Qs: Ibrahim: 24-25.
Kode iklan berdampingan dengan postingan sebelah kiri

Dakwah yang menghasilkan berkah dan manfaat, adalah dakwah yang dibangun di atas pondasi akar tauhid dan ikhlas yang menghujam ke bumi, mengurat dan mengakar ke tanah. Dengan kokohnya akar itulah sang pohon dapat tumbuh tinggi menjulang ke langit, menyebar dahan dan ranting ke segenap penjuru, melahirkan dedaunan yang lebat dan menghasilkan buah yang berlimpah. Itulah buah dakwah yang ikhlas karena Allah. Buahnya dinikmati banyak orang dan kan terus berbuah tiada henti memberikan kebaikannya kepada segenap manusia.

Terkadang dakwah ini bermula dengan ikhlas dan mengharapkan negeri akhirat semata. Dalam perjalanannya, batang dakwah ini mulai menyebar dan dahan maupun rantingnya telah merebak ke segala penjuru. Buahnya telah mulia dinikmati orang banyak.

Ketika pohon dakwah mulai membuahkan hasil, orang telah datang berbondong-bondong tuk menjemput buah hidayah, para penanam pohon dakwah lupa diri dan sibuk memetik buah dari hasil dakwah tersebut.

baca juga: haruskah minta izin untuk shalat

Buah terus dipanen,sementara akar pohon itu dibiarkan lapuk dan membusuk. Bahkan demi buah yang begitu menggiurkan mereka rela membongkar akar pohon tersebut, membusukkannya dan menumbangkannya untuk memanen habis seluruh buah yang di atas. Akhirnya pohon rubuh,dedaunan mengering dan buah punah untuk kemudian ditinggalkan orang.

Orang kan lalu lalang melewati pohon runtuh tersebut yang telah menjadi tunggul tak berguna. Sebagian telah memungut dan menebang pohon,dahan dan ranting tersebut untuk menjadi kayu bakar. Tinggalah kenangan dan ungkapan-ungkapan keprihatinan:"DAHULU DI SINI ADA POHON RINDANG DAN LEBAT BUAHNYA". Lambat laun orang-orangpun melupakannya.

Tinggalah kenangan akan kejayaan masa lalu yang terkadang kembali terucap:"di tempat ini dahulu pernah berdiri pesantren yang megah, masjid yang kokoh,Asrama yang asri".

"Di sini dahulu pernah ada sekolah Islam yang beken, panti asuhan percontohan".

"Di sini dahulu pernah ada dakwah,kajian dan daurah,bakti sosial dan pusat informasi Islam".
"Di sini dahulu ada stasiun pemancar,ada radio,ada televisi".

Akhirnya mereka dilupakan sejarah. Dihapus zaman, ditelan masa, digulung badai dan dimintai pertanggung jawaban Allah Ar- Rahman di negeri yang tak kan dapat seseorangpun menyembunyikan segala rahasia.

يَوْمَ تُبْلَى السَّرَائِرُ
Pada hari dinampakkan segala rahasia. Qs: At-Thariq: 9.

Allah memberikan perumpamaan amalan yang hilang ruh keikhlasan, bercokol di dada orang yang melakukannya kesyirikan dan riya, ujub dan bangga...bagaikan perumpamaan akar yang rapuh yang akan segera tumbang batangnya.

وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الْأَرْضِ مَا لَهَا مِنْ قَرَارٍ
Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun. Qs:Ibrahim : 26.

Kaum munafikin berlomba-lomba mencuri perhatian nabi dan kaum muslimin. Mereka membangun masjid yang kokoh. Besar dan tinggi menjulang. Mengalahkan Masjid Nabi dan Masjid Quba yang dibagun alakadarnya.

Mereka merayu-rayu nabi untuk segera meresmikan masjid tersebut, menjadikannya sebagai basis Islam dan tempat kajian, demi mengalihkan orang-orang dari dua masjid yang dibangun nabi diatas pondasi takwa dan iman.

Niat kaum munafikin tidak jujur. Prasarana mewah tersebut hanya untuk meraih simpati manusia di bumi  dengan meninggalkan ridha Tuhan Yang di langit.

baca juga: kisah bapak dengan cucunya

Akhirnya Allah murka dan menyuruh nabi untuk menghancurkan masjid tersebut. Allah turunkan Ayat yang dibaca hingga hari kiamat menyingkap niat jelek mereka. Allah berfirman dalam Surat At Taubah:107-109.

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِمَنْ حَارَبَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ مِنْ قَبْلُ ۚ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا الْحُسْنَىٰ ۖ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan". Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya).

لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا ۚ لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ
Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.

أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَىٰ تَقْوَىٰ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ خَيْرٌ أَمْ مَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَىٰ شَفَا جُرُفٍ هَارٍ فَانْهَارَ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Maka apakah orang-orang yang mendirikan mesjidnya di atas dasar takwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

Ada sekolah-sekolah yang tegak, yayasan-yayasan maupun masjid -masjid yang berdiri, kajian-kajian yang di adakan. Mereka punya gedung-gedung yang mentereng bak hotel berbintang, masjid yang megah di tempat yang strategis. Punya segala sarana dan prasarana yang mendukung.

Tapi pondasi niat mereka salah, berbagai intrik dilakukan pengurusnya untuk memalingkan orang agar berbondong-bondong memasukkan anak-anak mereka  ke lembaga tersebut. Mengumpukan sebanyak-banyaknya  jama'ah ke masjid tersebut.

Di awalnya mereka berhasil membuat decak kagum manusia. Sukses menggiring orang banyak. Pesantren tersebut sukses, dipenuhi murid-murid dan masjid tersebut sesak dengan jama'ah. Pemasukan mereka berlimpah, pengurus kaya raya.

TATKALA AKAR MEMBUSUK oleh ustadz abu fairuz
image ilustration from www.indoflyer.net

baca juga: tujuan menikah dalam islam

Tetapi itu tidak bertahan lama. Mulailah para pengurus memperebutkan jatah dunia mereka. Cek-cok dan pertengkaran mulai tampak,masing-masing berpikir bagaimana agar pemasukan dunia tersebut mengalir sederas-derasnya ke rekening mereka.

Lambat laun yayasan dan masjid tersebut hancur ditinggalkan manusia. Keberkahan dicabut.  Mereka dituntut ummat untuk mempertanggung jawabkan seluruh perbuatan mereka.

Anehnya, mereka masih saja saling melempar kesalahan, cuci tangan dari perbuatan mereka dan merasa tidak bersalah dan tidak berdosa.

Itulah dampak dari hati yang mengeras dan  membeku, muka telah menebal laksana tembok, rasa malu hilang. La haula wala quwwata illla billahi.

Duhai Tuhan ,selamatkan kami dari murkaMu, ikhlaskan niat-niat ini, bimbing dan jagalah hati kami. Jangan jadikan kami dari golongan yang membusukkan akar dakwah dan meruntuhkan pohonnya. Engkaulah tempat mengadu kami.

Batam, 18 Rabiul Awwal 1407/2 Des 2015, Abu Fairuz

donasi anda membantu eksisnya blog dakwah kami ini, kirim ke 3343-01-023572-53-6 (rek bri simpedes) atas nama atri yuanda

posting ini bermanfaat? bantu kami dengan klik like/share, syukron

---------------------------------------------------------------------------
hanya dengan 5.000 rupiah donasi yang saudara/i berikan membantu kami
mewujudkan komputer khusus dakwah media ini

kirim ke no rekening bri 3343-01-023572-53-6 atas nama atri yuanda
atau ke paypal.me/atriyuanda

setelah transfer, informasikan ke kami dengan mengirim pesan
dengan format #nama#usia#asal daerah#jumlah donasi kirim ke 085362377198

total donasi masuk hingga hari ini telah terverifikasi sebesar Rp.1.920.000
total donasi yang dibutuhkan sebesar Rp.6.500.000
*program ini ditutup setelah dana pembelian komputer memadai*

artikel baru hari ini :

cari artikel ?. ketik dibawah ini