7 pelajaran penting menjelang subuh di dalam pesawat saudi airlines

kumpulankonsultasi- HANYA ADA DI SAUDI, Waktu menunjukkan pukul 04.30 di jam tangan kami. Dan memang sengaja kami setting agar tetap mengikuti Waktu Indonesia Barat.

Menurut kebiasaan, jam segitu sudah menunjukkan masuk shalat shubuh untuk Pulau Jawa. Namun masalahnya pesawat baru memasuki perairan Thailand, sekitar laut Andaman. Pada waktu tersebut, kami sudah dibangunkan oleh teman di samping. Kami lihat ke langit-langit, belum masuk waktu Shubuh.

Beranjak ke bagian buritan pesawat. Kami lihat ada seorang pramugari pria di belakang (tampak wajah Saudi) sedang duduk di kursi penumpang sambil mengutak-atik layar.


Kami bertanya, "Saya ingin tahu waktu shalat shubuh."

Ia menjawab, "Insya-Allah nanti akan diumumkan."

Saat itu ... orang-orang berhidung mancung, nampak sekali perawakan Saudi sedang menuju bagian belakang dari pesawat.

Kami lihat-lihat, ternyata di bagian belakang memang ada mushalla, tempat shalat.

Walhamdulillah ...

Mereka semangat berbondong-bondong ke ruang shalat padahal waktu masih menunjukkan jam lima pagi.

Sambil menunggu, masing-masing sibuk shalat sunnah. Mumpung masih ada kesempatan menambah shalat tahajud dan witir.

Saat pukul 05.35, waktu di jam tangan kami, dari ruang pilot sudah meneriakkan, "Sekarang waktu Shalat Fajar (Shalat Shubuh)."

Barulah saat itu dilaksanakan shalat shubuh secara berjama'ah dengan jamaah sekitar sepuluh orang.

Ternyata habis shalat, sudah banyak yang mengantri di belakang. Dan orang-orang yang ingin shalat terus berdatangan ke musholla yang hanya berukuran dua kali dua.

Pelajaran penting yang bisa digali:

1. Orang Saudi sangat memperhatikan waktu shalat, sepertinya mereka sudah merasa Shubuh sudah akan masuk karena sebelum waktu shalat tiba, mereka sudah berkumpul untuk menanti.

2. Kami baru tahu ada mushalla di dalam pesawat. Ini baru kami temui di pesawat Saudia Airlines, belum di maskapai lainnya.

3. Pilot Saudia sangat memperhatikan kemaslahatan jamaah, sebelum masuk shubuh ia selalu memperhatikan keadaan langit. Lalu ia umumkan mengenai waktu shalat.

4. Sempat terjadi dialog dengan orang Indo yang ikut shalat. Kala itu ia mengambil tayamum dengan debu di dinding pesawat. Orang Saudi sempat menasihati. "Masih ada air dan bisa gunakan sedikit-sedikit saja. Tidak boleh beralih pada tayamum."

Memang benar, kami juga praktikkan seperti itu selama shalat di pesawat. Air masih ada, dan Insya-Allah masih cukup untuk jamaah 400-an. Tak boleh beralih sama sekali pada tayamum dalam kondisi ada air yang mencukupi seperti itu.

Akhirnya, setelah dinasihati dengan baik dan santun, sambil kami juga menerjemahkan perkataan orang Saudi, orang Indo pun beralih memakai air.

4. Semangat shalat malam walau di pesawat.

5. Mau rela ngantri menunggu gantian menggunakan musholla.

6. Tetap semangat menjaga shalat jamaah meskipun di pesawat.

7. Tetap melakukan shalat dalam keadaan berdiri dan menghadap kiblat sedangkan arah pesawat saat itu ke arah timur.
7 pelajaran penting menjelang subuh di dalam pesawat saudi airlines
image from pinoy-ofw.com
Semoga bisa jadi pelajaran berharga dan jadi penyemangat kita untuk beribadah.

Berbagi cerita saat di Saudia Airlines, Rabu, 25 Rabi'ul Awwal 1437 H
Muhammad Abduh Tuasikal

dibawah ini, posting terbaru kami di twitter "yuk baca and share"

dapatkan pesan dakwah harian di inbox whatsapp anda


Cara daftar
Ketik nama#usia#asal daerah kemudian kirim ke no whatsapp kami ini 0821 6826 4963

Simpan no whatsapp kami dgn nama "1hari 1ilmu"

Jadilah anda petunjuk jalan dan dapatkan setiap kebaikan dari orang yg anda ajak
Kunjungi dan baca artikel lainnya di
kumpulankonsultasi.com
https://telegram.me/mengenalislamyuk

Portal share artikel asatizah, informasi dan berita islam
bantu kami share info ini

cari artikel ?. ketik dibawah ini