jika ada 4 kriteria ini, kami akan lebih memilih naik transportasi umum

1. Aman
-Nyatanya ? pengamen berkeliaran, pengemis berkeliaran, belum lagi preman pemalak berkedok "daripada saya merampok, mendingan saya baik-baik minta uang kepada bapak ibu sekalian", belum lagi copet, dan kejahatan lainnya hingga kasus pemerkosaan di dalam angkutan umum yang sampai saat ini masih saja terjadi.

2. Tepat waktu
-Nyatanya ? ngetem bisa sampai 1 jam dengan alasan "nanggung, belum cukup penumpang", sedangkan penumpang yang sudah duduk ada yang buru-buru ke tujuan karena ada urusan penting yang sifatnya segera.

3. Nyaman
-Nyatanya ? kursi bolong-bolong, jelas-jelas di kabin tertulis "dilarang merokok" tapi kabinnya sendiri penuh asap rokok, kernet dan supirnya malah asik ngerokok, panas, desak-desakan, saling dorong, dan lain sebagainya.

4. harga ongkos bersahabat (tambahan dari admin)
ini point yang paling sulit dicari, semoga kedepannya pemerintah bisa usahakan

Itu dia masalahnya, kalau 4 syarat diatas terpenuhi, maka otomatis masyarakat lebih suka menggunakan transportasi umum, kendaraan pribadi semata-mata untuk perjalanan jauh atau perjalanan dimana tidak tercover angkutan umum, sebagaimana mantan walikota Bogota Enrique Penalosa mengatakan :

"Ciri-ciri negara maju adalah bukan negara dimana orang miskin bisa beli mobil pribadi, tapi orang kaya memilih naik angkutan umum"
inilah 3 alasan kenapa memilih transportasi massal ketimbang milik pribadi
image from: motherandbaby.co.id
oleh: Enrique Penalosa sedikit editan oleh admin
Powered by Blogger.