4 lokasi wisata sejarah terkait kerajaan pagaruyuang sumbar

4 lokasi wisata sejarah terkait kerajaan pagaruyuang sumbar
negeri sumbar, tanah kelahiran saya, sejarah panjang negeri minang pada saat ini masih ada sisa peninggalannya, walau dirantau orang tapi asal usul dan mengenal lebih dalam negeri sumbar tak boleh lekang dari jiwa ini. negeri sumbar menurut sejarah mengatakan bahwa ada hubungan kekerabatan yang dekat dengan masyarakat negeri sembilan malaysia, ini secuil bukti bahwa tanah minang dahulunya adalah kerajaan besar yang punya pengaruh kuat.

yuk berkunjung ke lokasi wisata berikut, diantaranya:

1. Istana Pagaruyuang
Pagaruyung adalah kerajaan Melayu yang pernah berdiri di tanah Sumatera, tepatnya di wilayah Sumatera Barat. Sejarah bagaimana munculnya nama Pagaruyung ini sebagai sebuah kerajaan Melayu tidak dapat diketahui dengan pasti sebab catatan sejarah berupa tambo yang diterima dan beredar di tengah masyarakat Minangkabau tidak dilengkapi dengan penanggalan dari peristiwa-peristiwa yang diceritakan. Raja terkenal dari kerajaan Pagaruyung adalah Raja Adityawarman, dibuktikan dengan beberapa prasasti yang ditinggalkan.

Istana Paguruyuang terletak di Nagari Pagaruyung, Tanjung Emas, Batu Sangkar, Tanah Datar, Sumatera Barat. Disebut dengan nama Istana Baso Pagaruyuang. Konon istana yang berdiri megah dengan monumen rumah gadang besar tersebut bukanlah Istana Pagaruyung yang asli, istana asli dulunya terletak di sebuah bukit yang bernama Bukit Batu Patah. Istana Pagaruyung yang terletak di Tanah Datar ini adalah replika, pada tahun 2007 sempat terbakar dan dibangun kembali sebagai warisan budaya alam Minangkabau.


2. Batu Basurek
Batu basurek atau batu bertulis merupakan prasasti peninggalan kerajaan Pagaruyuang (kerajaan besar di Minangkabau) semasa pemerintahan Raja Adityawarman. Prasasti ini ditulis menggunakan huruf jawa kuno dalam bahasa yang banyak digunakan pada saat itu, yaitu bahasa sanskerta. Isi dari batu basurek ini bercerita tentang Raja Adityawarman sebagai penguasa negeri emas yang murah hati dan penuh belas kasih. Konon, usia daribatu basurek ini sudah 600-700 tahun lebih, diperkirakan ditulis pada tahun 1300-an masehi. Bagi kamu yang ingin berkunjung melihat situs sejarah ini kamu bisa mendatangi daerah Kubu Rajo di Nagari Lima Kecamatan Lima Kaum serta daerah Koto Tangah di Nagari Pagaruyung Kecamatan Tanjung Emas.

3. Batu Batikam
Batu batikam atau dalam bahasa Indonesianya batu bertikam/ditikam adalah salah satu situs budaya alam Minangkabau. Konon, batu ini ditingkam oleh keris kepunyaan Datuak Parpatiah Nan Sabatang dan Datuak Katumangguangan yang merupakan simbol “gencatan senjata” atau penghentian pertikaian antara dua pucuk pimpinan masyarakat Minangkabau pada waktu itu. Dua pimpinan tersebut adalah Datuak Katumangguangan dan Datuak Parpatiah Nan Sabatang yang merupakan saudara seibu namun berbeda ayah. 

Datuak Katumangguangan yang merupakan anak dari raja berpunya memiliki tatanan adat “bajanjang naiak, batanggo turun” yang menganut sistem hirarki, sedangkan Datuak Parpatiah Nan Sabatang yang merupakan anak dari cendikiawan (cadiak pandai) memiliki tatanan “duduak samo randah, tagak samo tinggi” artinya tidak ada pembedaan dalam masyarakat. Dari cerita yang dipercayai masyarakat Minangkabau, kedua pimpinan itu bertikai dan bertengkar hebat dan untuk menghindari pertumpahan darah mereka berdua menikam sebuah batu hingga berlubang, batu itu kemudian dinamakan batu batikam. Bagi kamu yang ingin melihat langsung bisa datang ke Jorong Dusun Tuo, Nagari Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

4. Rumah Gadang Mandeh Rubiah
Mande Rubiah adalah tokoh kharismatik dalam sejarah alam Minangkabau, beliau dipanggil juga dengan Bundo Kanduang. Konon ceritanya, Mande Rubiah terusir dari Istana Paguruyung akibat konflik dalam kerajaan. Mande Rubiah kemudian mengasingkan diri ke daerah Lunang. Lunang ini adalah daerah terisolasi di selatan wilayah Sumatera Barat. Lunang merupakan sebuah daerah yang terletak di Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan. Konon ceritanya di Rumah Gadang Mande Rubiah ini juga tersimpan telur burung garuda berukuran 60 cm dari zaman kerajaan Minangkabau.

inilah 4 lokasi wisata sejarah yang masih ada kaitannya dengan keberadaan kerajaan pagaruyuan di tanah datar, bagi teman2 ada yang pengen nambahin, coment aja atau kontak kami, thanks/syukron all

catatan: waspada syirik dan kurafat menyusupi aqidah anda muslim

sumber bacaan sumbar.co

artikel baru hari ini :

---------------------------------------------------------------------------
hanya dengan 5.000 rupiah donasi yang saudara/i berikan membantu kami
mewujudkan komputer khusus dakwah media ini

kirim ke no rekening bri 3343-01-023572-53-6 atas nama atri yuanda
atau ke paypal.me/atriyuanda

setelah transfer, informasikan ke kami dengan mengirim pesan
dengan format #nama#usia#asal daerah#jumlah donasi kirim ke 085362377198

total donasi masuk hingga hari ini telah terverifikasi sebesar Rp.1.920.000
total donasi yang dibutuhkan sebesar Rp.6.500.000
*program ini ditutup setelah dana pembelian komputer memadai*

pengen dialog santai, silahkan inbox kami. syukron

cari artikel ?. ketik dibawah ini