ke 4 kalinya mantan syiah ini ditangkap rezim syiah dikarenakan....

Bagher Gholami mantan syiah yang aktif dakwah
Seorang aktivis hak asasi manusia lokal di Iran, bernama Bagher Gholami, yang beragama Islam dan merupakan penduduk dari wilayah al-Ahwaz (wilayah Arab teluk yang dijajah Republik Syiah Iran), dilaporkan telah ditangkap untuk ke-4 kalinya oleh aparat rezim Iran.

Sebuah sumber informasi di Khuzestan, menginformasikan bahwa pasukan intelijen rezim Iran telah menangkap Bagher Gholami pada hari Minggu 6 Maret pukul 1 tengah malam.

Menurut sumber, pasukan keamanan rezim Iran telah menyita buku-buku milik aktivis ini dan memindahkannya ke lokasi yang tidak diketahui.

Bagher Gholami telah menikah dan memiliki dua anak yang bernama Ishagh dan Salameh yang tinggal di Zargan, wilayah utara dari al-Ahwaz.

Menurut sumber setempat, beberapa warga pemuda Arab lainnya juga ditangkap karena kehadiran mereka dalam kursus belajar al-Quran dan bahasa Arab di Shaiban. Semuanya kecuali dua nama berikut,Sami Hamidavi dan Sabzi (Naisi), telah dibebaskan dan tampaknya penahanan Bagher Gholami ini dikaitkan dengan penangkapan sejumlah pemuda ini.

Perlu dinyatakan bahwa Bagher Gholami telah meninggalkan ajaran Syiah dan memeluk Islam. Ia telah ditangkap tiga kali yaitu pada tahun 2005,2012 dan 2013 untuk kegiatannya sebagai aktivis dan mendakwahkan ajaran Islam berdasarkan al-Qur’an dan hadist. Dalam penangkapannya yang terakhir ia dijatuhi hukuman satu tahun penjara di penjara cabang nomor 2 dari pengadilan revolusioner Ahwaz oleh hakim Mohammad B. Mousavi, atas dakwaan menyebarkan aqidah Salafi, menyebarkan kebencian terhadap ajaran Syiah, berkoordinasi dengan orang asing dan mengganggu keamanan nasional dengan menyebarkan aqidah Salafi.

Sunni Prisoners Iran

Keterangan:
Rezim syiah Iran selalu menuduh umat islam yang mempelajari, mengamalkan dan mendakwahkan ajaran islam yang sesuai dengan alQur’an dan hadist sebagai gangguan keamanan nasional, menyebarkan kebencian terhadap ajaran syiah dan juga selalu mengistilahkan mereka sebagai kelompok “salafi” serta menyebarkan fitnah tentang salafi. Sesungguhnya umat islam di Iran tidak menyebut diri mereka sebagai kelompok salafi melainkan sebagai muslim, ahlussunnah/sunni yang mengikuti ajaran para salafush sholeh. [middleeastupdate]

artikel baru hari ini :

---------------------------------------------------------------------------
hanya dengan 5.000 rupiah donasi yang saudara/i berikan membantu kami
mewujudkan komputer khusus dakwah media ini

kirim ke no rekening bri 3343-01-023572-53-6 atas nama atri yuanda
atau ke paypal.me/atriyuanda

setelah transfer, informasikan ke kami dengan mengirim pesan
dengan format #nama#usia#asal daerah#jumlah donasi kirim ke 085362377198

total donasi masuk hingga hari ini telah terverifikasi sebesar Rp.1.920.000
total donasi yang dibutuhkan sebesar Rp.6.500.000
*program ini ditutup setelah dana pembelian komputer memadai*

pengen dialog santai, silahkan inbox kami. syukron

cari artikel ?. ketik dibawah ini