Inilah 5 Tips untuk Para Pemula "Menikmati Keindahan Bawah Laut"

penyelam di tugu kilometer nol sabang
Ikan Anemon bermain di kedalaman 10 meter di Rupiah Jetty Dive Spot, Pulau Weh, Sabang, (2/1/2016). Di lokasi taman karang seluas 500 meter persegi ini telah dibangun miniatur tugu kilometer nol bawah laut oleh Panglima Laot Iboh bersama warga setempat dan tim selam dari Scuba Weh Diving Center, Rubiah Tirta, dan Hore-Hore Dive Club (H2DC) Aceh. SERAMBI INDONESIA/M ANSHAR
1. Cari tahu tentang free dive
Dalam kegiatan apapun, meriset terlebih dahulu sebelum melakukan adalah hal yang penting. Wisatawan pemula yang ingin mencoba free dive sebaiknya mencari tahu tentang olahraga selam yang tak menggunakan peralatan udara ini.

Selain itu, ada berbagai referensi tentang free dive dalam bentuk buku yang bisa dibaca seperti dengan judul "Manual of Free Dive" karangan Umberto Pelizzari.

2. Tenang saat berenang
Sebelum mencoba free dive, pastikan telah menguasai teknik-teknik dan terbiasa tenang saat berenang. Ketenangan saat berenang akan membuat rileks saat mencoba free dive.

Kepanikan hanya akan menyebabkan hal berbahaya. Hal tersebut tak akan terjadi saat rileks di dalam air.

3. Ambil sertifikasi
Selain sertifikasi scuba diving, free dive juga memiliki sertifikasi.

Sertifikasi tersebut bisa didapatkan di sekolah-sekolah free dive yang ada di Indonesia seperti di Tulamben, Bali.

Saat mengambil sertifikasi, wisatawan akan diajarkan teknik-teknik free dive yang baik dan benar.

4. Jangan pernah menyelam sendiri
Sama seperti dalam scuba diving, free dive juga ditekankan untuk tidak menyelam sendiri.

Mintalah ditemani oleh teman penyelam atau juga dikenal dengan istilah dive buddy saat melakukan free dive.

Pastikan dive buddy yang menemani free dive juga memiliki sertifikasi agar bisa mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan.

5. Perlengkapan
Dalam free dive, wisatawan harus menyesuaikan kondisi menyelam karena tak menggunakan peralatan untuk bernafas seperti tabung oksigen.

Salah satu perlengkapan yang berbeda adalah penggunaan masker dengan spesikasi low volume.

Dengan penggunaan masker low volume saat mulai menyelam dan mendapatkan perubahan tekanan karena perubahan kedalaman, wisatawan bisa efisien dalam menyesuaikan tekanan masker dengan udara yang terbatas di paru-paru.

Selain itu, kaki katak dengan spesifikasi long fins juga membantu untuk pergerakan di dalam air karena bisa mendorong lebih besar dengan sekali mengepakkan kaki.

source by tribunnews

artikel baru hari ini :

---------------------------------------------------------------------------
hanya dengan 5.000 rupiah donasi yang saudara/i berikan membantu kami
mewujudkan komputer khusus dakwah media ini

kirim ke no rekening bri 3343-01-023572-53-6 atas nama atri yuanda
atau ke paypal.me/atriyuanda

setelah transfer, informasikan ke kami dengan mengirim pesan
dengan format #nama#usia#asal daerah#jumlah donasi kirim ke 085362377198

total donasi masuk hingga hari ini telah terverifikasi sebesar Rp.1.920.000
total donasi yang dibutuhkan sebesar Rp.6.500.000
*program ini ditutup setelah dana pembelian komputer memadai*

pengen dialog santai, silahkan inbox kami. syukron

cari artikel ?. ketik dibawah ini