Pasukan khusus Liwa al-Adiyat berhasil membunuh top bodyguard Asma al Assad

Liwa al-Adiyat menyatakan telah berhasil membunuh enam pejabat keamanan rezim di jantung kota Damaskus.

BEIRUT – Sebuah pasukan bayangan yang beroperasi di Damaskus mengaku telah membunuh salah seorang pengawal senior Asma al-Assad, istri Bashar al-Assad.

Liwa al-Adiyat mengumumkan pada hari Rabu bahwa pejuang mereka berhasil membunuh Kolonel Hussam Abboud Shalish, yang mereka di sebut sebagai “seorang kriminal yang bertanggungjawab untuk melindungi Asma al-Assad,” dan dua pengawalnya di jantung ibukota Damaskus.

Liwa al-Adiyat juga mengaku bertanggungjawab atas serangkaian pembunuhan di Damaskus-yang disebut operasi “Secret Tasks Brigade / Brigade Operasi Rahasia”dari Damaskus, sebuah faksi kecil yang berafiliasi dengan FSA.

Liwa al-Adiyat tidak memberikan rincian tentang kronologi pembunuhan dalam pernyataannya, seperti yang terjadi dalam operasi sebelumnya yang dikatakan dilakukan di sekitar ibukota Suriah.

Fraksi oposisi mulai menargetkan petugas keamanan rezim- sebagian besar Alawit-di awal tahun, mengumumkan pada 29 Januari bahwa mereka berhasil menewaskan Firdous Ismail, seorang Letnan dalam aparat keamanan militer rezim.
Hari berikutnya, Liwa al-Adiyat mengklaim operasi pembunuhan dengan tewasnya Naseem Taref Nayyas, yang diidentifikasi sebagai seorang perwira di “pasukan khusus” rezim Assad.

Pada tanggal 9 Februari, Liwa al-Adiyat berhasil membunuh Letnan Ahmad Jamaa, mengatakan mereka menikamnya di leher saat ia sedang berjalan melalui kota di malam hari.

Liwa al-Adiyat mengatakan melakukan opeasri serangan lagi empat hari kemudian, dengan menembak mati Kapten Ali Allouch, pilot Angkatan Udara rezim, saat ia berada di mobilnya di tempat parkir.

Pada tanggal 19 Februari, Liwa al-Adiyat menyatakan anggotanya menikam Letnan Hussein Dalaos di rumahnya sendiri di ibukota Damaskus. Kelompok ini juga memposting sebuah video mengerikan pada halaman Facebook-nya menunjukkan tubuh perwira rezim yang terbunuh berlumuran darahnya sendiri.

“Kami akan menghunus pedang yang memotong-motong tubuh sendi rezim dan mengguncang [dengan kehadiran] di jantung ibukota,” kelompok Liwa al-Adiyat memperingatkan dalam sebuah pernyataan pada pertengahan Februari. [middleeastupdate]

artikel baru hari ini :

---------------------------------------------------------------------------
hanya dengan 5.000 rupiah donasi yang saudara/i berikan membantu kami
mewujudkan komputer khusus dakwah media ini

kirim ke no rekening bri 3343-01-023572-53-6 atas nama atri yuanda
atau ke paypal.me/atriyuanda

setelah transfer, informasikan ke kami dengan mengirim pesan
dengan format #nama#usia#asal daerah#jumlah donasi kirim ke 085362377198

total donasi masuk hingga hari ini telah terverifikasi sebesar Rp.1.920.000
total donasi yang dibutuhkan sebesar Rp.6.500.000
*program ini ditutup setelah dana pembelian komputer memadai*

pengen dialog santai, silahkan inbox kami. syukron

cari artikel ?. ketik dibawah ini