Tak Pernah Ghibah, "Orang ini Meninggal Dalam Husnul Khatimah"

Semua makhluk yang hidup di dunia ini akan meninggal dunia, entah dia orang baik atau pun orang jahat. Seseorang bisa meninggal dalam keadaan husnul khatimah (akhir yang baik) atau suul khatimah (akhir yang buruk).

Semua amalan manusia selama hidup di dunia akan berpengaruh ketika dia meninggal dunia.

Bagaimana dia hidup di dunia, begitulah pula ajalnya. Jika dia orang baik, maka baik pula kesudahannya.

Ada sebuah kisah menarik tentang husnul khatimah yang ditulis Dr. dr. Khalid bin Abdul Aziz Al-Jabir dalam bukunya, Musyahadat Thabîb Qashash Waqi’iyah. Berikut ini kisahnya:

Saat menunggu penerimaan gelar Doktor saya mengambil cuti dua minggu.

Pada suatu malam saya membaca dan mengulang-ulang kembali materi tulisan disertasi saya. Saat itu, waktu menunjukkan pukul dua malam.

Tiba-tiba timbul keinginan kuat dalam diri saya untuk datang ke rumah sakit, maka segera saya membawa buku-buku dan pergi ke rumah sakit.

Orang ini Meninggal Dalam Husnul KhatimahSetibanya di ruangan bagian Pengobatan Saluran Kencing, seorang perawat berkebangsaan Inggris mengatakan kepadaku,

“Dokter, ada seorang pasien yang sedang menghadapi sakaratul maut, saya harap anda mau menyalatinya.”

Maksudnya mentalqinkannya. Saya menanyakan penyakit pasien tersebut, ia menjawab,

“Ia terserang kanker Urinary Bladder (kandung kemih), kanker tersebut telah menyebar ke seluruh tubuhnya hingga mencapai ke otaknya, pasien tersebut telah hilang kesadarannya sejak empat minggu yang lalu.”

Saya lalu menanyakan kondisi pasien saat ini. Perawat itu menerangkan,

“Detak jantungnya lemah sekali, antara dua puluh hingga tiga puluh permenit, tekanan maksimal sekitar empat puluh.”

Saya berkata, “Siapa namanya?”

Perawat itu menjawab, “Fuad.”

Saya bertanya lagi, “Berapa umurnya?”

Ia menjawab, “Empat puluh tahun.”

Sejurus kemudian, saya memasuki ruang perawatan pasien tersebut. Tahukah anda apa yang saya lihat?

Saya melihat wajah putih kemerah-merahan dan segar, sehingga saya ragu betulkah orang ini yang dimaksud?

Saya bertanya kepada perawat tersebut,

“Inikah orangnya?”

Ia menjawab, “Ya.”

Sungguh, saya sangat heran dengan kondisi pasien yang segar bugar jika merujuk dari keterangan perawat tadi.

Lalu saya mendekatinya, dengan tanpa sadar saya menghadapkannya ke arah kiblat.

Saya memanggil orang tersebut, “Fuad?”

Ia menyahut, “Ya.”

Saya katakan, “Ucapkanlah Asyhadu alla ilaha illallah wa anna Muhammad Rasulullah.”

Ia pun mengucapkannya, serta merta ruhnya keluar menghadap robbnya.

Perawat yang menemaniku merasa keheranan, bagaimana mungkin pasien itu menyahut panggilanku dalam keadaan sakaratul maut?

Apalagi ia telah kehilangan kesadarannya sejak empat minggu yang lalu?

Perawat itu memintaku untuk menghubungi keluarganya, dan memberitahukan kematian pasien tersebut.

Maka saya menghubungi salah seorang saudaranya agar segera datang ke rumah sakit.

Saya ceritakan tentang kejadian yang baru saya alami kepada saudaranya tersebut.

Kemudian saya tanyakan tentang sisi-sisi kehidupan orang tersebut saat ia masih hidup.

Saudara pasien tersebut menjelaskan,

“Almarhum itu mempunyai sifat-sifat yang jarang dimiliki oleh orang lain, ia tidak pernah berbuat ghibah (membicarakan atau mengungkit-ungkit kejelekan orang lain).

Ia tidak pernah mengizinkan orang lain berbuat ghibah di dekatnya, dan jika tidak bisa menghalangi orang yang berbuat ghibah di dekatnya ia segera pergi menjauh.”

Saudaraku.

Tahukah kamu rahasianya? Sesungguhnya ghibah itulah yang membinasakan kebaikan, orang yang melakukan ghibah akan hangus semua amal kebaikannya.

Bahkan, ghibah itu dapat mengalihkan kesalahan dan dosa-dosa orang yang dijadikan obyek ghibah kepada orang yang melakukan hibah, kemudian dosa-dosa itu ia tanggung.

Orang yang melakukan ghibah bagaikan orang yang bekerja, akan tetapi hasil pekerjaannya ia berikan kepada orang lain.

Ghibah bagaikan orang yang mengolah kebun orang lain lalu meninggalkannya begitu saja sehingga semua hasil jerih payahnya diambil oleh pemilik kebun tersebut.

Maka orang yang dighibah akan menuai semua amal kebaikannya.

Saudaraku.

Sesungguhnya ghibah adalah kesalahan besar yang dilakukan oleh anak Adam. Banyak orang yang terjerumus ke dalamnya akan tetapi mereka tidak menyadarinya.

Jika anda terjerumus di dalam perbuatan ghibah ini, maka anda seperti orang yang mengumpulkan air dalam panci yang bocor.

Bisakah kiranya panci itu menampung air yang anda taruh di dalamnya?

Sekali-kali tidak! Air itu tentu akan mengalir keluar dan panci akan kembali dalam keadaan kosong.

Beginilah gambaran orang yang melakukan ghibah, semua kebaikan dan jerih payahnya akan mengalir kepada orang lain.

Saudaraku.

Tahukah anda bagaimana cara mengontrol hawa nafsu? Atau lebih gampangnya, tahukah anda bagaimana cara menyumbat panci bocor tersebut sehingga kebaikanmu tidak akan mengalir keluar?

Jalan keluar satu-satunya ialah dengan memperkuat keimananmu kepada Allah Ta’ala.

Hal itu tidak mungkin tercapai kecuali jika anda menjaga shalat dengan baik.

Jika anda termasuk orang-orang yang hatinya terpaut di masjid, jika anda termasuk orang yang jika ketinggalan takbiratul ihram dalam shalat jamaah, maka anda merasa bersedih, hati anda terasa terbakar, dan anda sangat menyesali kejadian tersebut.

Janganlah anda lupa, bahwa obat yang akan segera menyembuhkan penyakit ghibah adalah shalat malam (tahajud).

Banyak orang telah mencobanya dan ternyata mereka merasakan bahwa shalat malam tersebut dapat menjadi benteng yang kuat untuk menjaga lidah dari penyakit ghibah dan namimah (mengadu domba).


Bukankah shalat bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar? Allah Ta’ala berfirman,

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
“Dan dirikanlah shalat.Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar .” (QS. Al-Ankabut: 45)

Tunggu apalagi saudaraku. Tinggalkanlah ghibah, perbanyaklah ibadah sunnah sebagai penyempurna ibadah yang wajib.

Semoga kita termasuk orang-orang yang meninggal dalam keadaan husnul khatimah. Amin.

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]

artikel baru hari ini :

---------------------------------------------------------------------------
hanya dengan 5.000 rupiah donasi yang saudara/i berikan membantu kami
mewujudkan komputer khusus dakwah media ini

kirim ke no rekening bri 3343-01-023572-53-6 atas nama atri yuanda
atau ke paypal.me/atriyuanda

setelah transfer, informasikan ke kami dengan mengirim pesan
dengan format #nama#usia#asal daerah#jumlah donasi kirim ke 085362377198

total donasi masuk hingga hari ini telah terverifikasi sebesar Rp.1.920.000
total donasi yang dibutuhkan sebesar Rp.6.500.000
*program ini ditutup setelah dana pembelian komputer memadai*

pengen dialog santai, silahkan inbox kami. syukron

cari artikel ?. ketik dibawah ini