Kebid'ahan Lebih Keras Ancamannya Dari Pada Dosa Dosa Besar

بسم اللّٰه الرحمن الرحيم
باب ما جاء أن البدعة أشد من الكبائر
ومن وجوه كون البدعة شرا من الكبيرة أن المبتدع يفتري على اللّٰه الكذب ويقول:
👈🏿 هذا شرع
👈🏿هذا دين
👈🏿هذا فيه أجر وثواب
فهو يفتري على اللّٰه الكذب، بخلاف العاصي فإنه لا يدعي أن هذا دين، لأنه يعرف أنه عاص، أما المبتدع فهو يفتري على اللّٰه الكذب حيث يقول:
إن هذا من الدين، وإن هذا يقرب من اللّٰه سبحانه وتعالى، ثم إن العاصي لا يقتدى به، بل الناس يذمونه، بخلاف المبتدع فإنه يقتدى به الناس ويتعبدون ببدعته، فالناس يغترون به ويقتدون به في بدعه، بخلاف الزاني وشارب الخمر، فهذه كبائر، و الناس لا يقتدون بفاعلها، بل يمقتونه ويذمونه، فهذا أيضا من وجوه كون البدعة شرا من الكبيرة.

وكذلك المبتدع يحتمل وزره و وزر من اقتدى به يوم القيامة، لأنه قدوة يقتدي به الناس، يظنون أنه على حق، وأن فعله عمل طيب، خصوصا إذا كان يدعو إلى البدعة و يحسنها، فإنه يتحمل وزره و وزر من اقتدى به واتبعه، هذا خطر عظيم.
Bab Apa Apa yang Datang Bahwa Kebid'ahan lebih Keras Ancamannya dari Dosa Dosa Besar

Dan yang menjadi sebab bahwa keadaan bid'ah lebih buruk/jelek ancamannya dari dosa dosa besar, bahwa bid'ah mengada adakan kedustaan atas nama Allah ta'ala, dan mereka pelaku kebid'ahan mengatakan,

ini adalah syari'at,
ini dari agama dan didalamnya (maksudnya kebid'ahan) ada balasan dan pahala,
maka ia mengadakan kedustaan atas nama Allah ta'ala.
Berbeda dengan pelaku kemaksiatan mereka sesungguhnya tidak menyeru mengatas namakan bahwa ini adalah agama, dan mereka pelaku kemaksiatan mengetahui bahwa ia melakukan kemaksiatan.

Adapun pelaku kebid'ahan maka ia mengada adakan kedustaan Atas nama Allah ta'ala,
Mereka mengatakan,

sesungguhnya ini dari agama, dan sesungguhnya ini mendekatkan diri kepada Allah Subhana wata'ala.

kemudian pelaku kemaksiatan tidak diikuti dengan kemaksiatannya, bahkan manusia mencela kemaksiatannya, berbeda dengan pelaku kebid'ahan karena ia diikuti oleh manusia dan mereka beribadah dengan kebid'ahannya.

maka ia lebih buruk/jelek ancamannya dari dosa dosa besar, maka manusia tertipu dengan kebid'ahannya dan mereka mengikuti didalam kebid'ahannya tersebut.

Berbeda dengan pelaku zina, dan peminum khomer, maka ini adalah dosa besar, dan manusia tidak mengikuti pelaku dosa dosa besar tersebut. bahkan mereka membencinya dan mencelanya, maka ini juga yang nampak terlihat bahwa kebid'ahan lebih buruk/jelek ancamannya dari dosa dosa besar.

Begitu juga pelaku kebid'ahan dia memikul dosa dosa dari dosa orang yang mengikuti kebid'ahannya sampai hari kiamat.

Karena sesungguhnya pelaku kebid'ahan ia merupakan contoh bagi manusia (yang mengikutinya), dia menyangka bahwa ia diatas kebenaran bahwa perbuatannya amalan yang baik, terkhusus lagi jika ia terbukti menyeru kepada kebid'ahannya dan ia menghiasi kebid'ahannya tersebut, maka ia memikul dosa dari dosa dosa orang yang mengikutinya (dalam kebid'ahan) dan mencontohnya.

dan ini adalah perkara bahaya yang sangat besar sekali.

Sumber Kitab Syarah Fadhlul Islam Asy Syaikh Sholeh Fauzan Hafizhohulloh.

Alih Bahasa: -Abu Dzar Al Falimbaniy

WA MULIA DENGAN SUNNAH 📱 081381173870 Admin

artikel baru hari ini :

---------------------------------------------------------------------------
hanya dengan 5.000 rupiah donasi yang saudara/i berikan membantu kami
mewujudkan komputer khusus dakwah media ini

kirim ke no rekening bri 3343-01-023572-53-6 atas nama atri yuanda
atau ke paypal.me/atriyuanda

setelah transfer, informasikan ke kami dengan mengirim pesan
dengan format #nama#usia#asal daerah#jumlah donasi kirim ke 085362377198

total donasi masuk hingga hari ini telah terverifikasi sebesar Rp.1.920.000
total donasi yang dibutuhkan sebesar Rp.6.500.000
*program ini ditutup setelah dana pembelian komputer memadai*

pengen dialog santai, silahkan inbox kami. syukron

cari artikel ?. ketik dibawah ini