nabi mengibaratkan seorang mukmin layaknya lebah, kenapa?

Allah memuji karakter penghuni surga, yang lisan mereka diarahkan untuk hanya mengucapkan yang baik-baik,

وَهُدُوا إِلَى الطَّيِّبِ مِنَ الْقَوْلِ وَهُدُوا إِلَى صِرَاطِ الْحَمِيدِ
“Mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan ditunjuki (pula) kepada jalan (Allah) yang terpuji.” (QS. al-Hajj: 24)
nabi mengibaratkan seorang mukmin layaknya lebah, kenapa?
ilustration from teropongbisnis.com
Sehingga yang keluar dari mukmin, calon penghuni surga adalah kalimat-kalimat indah, pujian kepada Tuhan-Nya, kalimat doa yang menyejukkan, dan jauh dari ucapan kotor.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri berkali-kali memuji orang mukmin, karena karakternya yang baik.

Beliau mengibaratkan mereka layaknya lebah,
Dari Abu Razin Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ مَثَلُ النَّحْلَةِ ، لا تَأْكُلُ إِلا طَيِّبًا وَلا تَضَعُ إِلا طَيِّبًا
Orang yang beriman itu seperti lebah, dia tidak makan kecuali yang baik, dan tidak mengeluarkan sesuatu kecuali yang baik. (HR. Ibnu Hibban 247, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Beliau menyebut mereka sebagai orang yang lisannya terjaga,
Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلاَ اللَّعَّانِ وَلاَ الْفَاحِشِ وَلاَ الْبَذِىءِ
Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela, melaknat, ngomong kotor dan bicara jorok. (HR. Turmudzi 2105, Ibnu Hibban 192 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Karena itu, sebenarnya anda tidak perlu heran ketika kalimat semacam itu, keluar dari orang yang tidak punya iman. Atau mereka yang mengaku mukmin tapi beraqidah menyimpang.

reshare from abu abyan
Powered by Blogger.