WASPADA DAI PENYESAT UMAT Dr. Quraish Shihab dan Pemikiran Syi’ah ❗

Bagi seorang yang mencermati beberapa buku karya Dr. Quraish Shihab, maka : sangatlah nyata pembelaannya terhadap kaum Syi’ah, ikut andil menyelundupkan racun-racun faham Syi’ah, dan usahanya dalam melakukan kompromi pendekatan Sunni dan Syi’ah, sekalipun dia mengaku keberatan jika disebut sebagai penganut faham Syi’ah.

Hal ini sangat tampak, terutama dalam bukunya yang berjudul :
■Sunnah-Syi’ah Bergandengan Tangan! Mungkinkah?32
■dan kata pengantarnya terhadap Buku Putih Madzhab Syi’ah.33
Buku Putih Madzhab Syi’ah
satuislam.wordpress.com
Dua buku tersebut sarat dengan pemikiran-pemikiran Syi’ah, penuh dengan kerancuan seperti :
celaan kepada para sahabat Nabi, terutama Umar Radhiallahu’anhu dan Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, menyatakan Abdullah ibn Saba’ adalah tokoh fiktif, dan ajakan agar kaum Sunni bergandeng tangan dengan kaum Syi’ah seperti dalam kesimpulan akhir kitabnya yang pertama.

Ada dua hal yang ingin kami tanggapi di sini:

a.Celaan kepada Sahabat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu

Diantara ucapan Dr. Quraish Shihab yang mencela sahabat Abu Hurairah:
Karena itu, harus diakui bahwa semakin banyak riwayat yang disampaikan seseorang, semakin besar potensi kesalahannya dan karena itu pula kehati-hatian menerima riwayat-riwayat dari Abu Hurairah merupakan suatu keharusan. Di samping itu semua, harus diakui juga bahwa tingkat kecerdasan dan kemampuan ilmiah, demikian juga pengenalan Abu Hurairah menyangkut Nabi berada di bawah kemampuan sahabat besar Nabi SAW seperti istri Nabi Aisyah.34

Jawaban:

Sejatinya, melancarkan suara-suara miring terhadap sahabat Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam sekaliber Abu Hurairah Radhiallahu’anhu dengan menggunakan pendekatan apa pun tidak akan bisa meruntuhkan reputasi dan keagungan kedudukan beliau.

Dan sangat mengherankan adalah :
ketika Quraish Shihab menjadikan serangan-serangannya terhadap Sahabat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu dengan bersenjatakan kitab Adhwa’ ’ala Sunnah Nabawiyyah karya Abu Rayyah.35 Padahal, para penuntut ilmu hadits sangat mengenal siapa Abu Rayyah dan bagaimana isi kitabnya tersebut.36

Wahai saudaraku, ketahuilah barangsiapa yang mencela sahabat Abu Hurairah, maka sesungguhnya dia ingin merusak aqidah Islamiyyah. Karena tujuan utama dari celaan mereka, bukanlah hanya pribadi Abu Hurairah saja, namun :
lebih dari itu mereka ingin merusak agama Islam.

Sebab, apabila Abu Hurairah telah berhasil dicerca, maka ribuan hadits -yang merupakan sumber hukum agama- tentang Islam akan termentahkan37.

Semoga Allah merahmati imam Abu Zur’ah yang telah mengatakan:

إِذَارَأَيْتَالرَّجُلَيَنْتَقِصُأَحَدًامِنْأَصْحَابِرَسُوْلِاللهِفَاعْلَمْأَنَّهُزِنْدِيْقٌ, وَذَلِكَأَنَّالرَّسُوْلَعِنْدَنَاحَقٌّوَالْقُرْآنَحَقٌّ, وَإِنَّمَاأَدَّىإِلَيْنَاهَذَاالْقُرْآنَوَالسُّنَنَأَصْحَابُرَسُوْلِاللهِ, إِنَّمَايُرِيْدُوْنَأَنْيَجْرَحُوْاشُهُوْدَنَالِيُبْطِلُوْاالْكِتَابَوَالسُّنَّةَ, وَالْجَرْحُبِهِمْأَوْلَىوَهُمْزَنَادِقَةٌ.
“Apabila engkau mendapati orang yang mencela salah satu sahabat Nabi, maka ketahuilah bahwa dia adalah seorang zindiq (munafik). Hal itu karena Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam adalah benar dan al-Qur’an juga benar menurut (prinsip) kita. Dan orang yang menyampaikan al-Qur’an dan as-Sunnah adalah para sahabat Nabi. Dan para pencela para saksi kita (sahabat) hanyalah bertujuan untuk menghancurkan al-Qur’an dan as-Sunnah. Mencela mereka lebih pantas. Mereka adalah orang-orang zindiq.”38.

Al-Imam al-Hakim menukil perkataan al-Imam Ibnu Khuzaimah: “Sesungguhnya orang yang mencela Abu Hurairah Radhiallahu’anhu guna menolak haditsnya, tidak lain kecuali orang yang dibutakan hatinya oleh Allah sehingga mereka tidak memahami hadits-hadits Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam. Orang kelompok Jahmiyyah menolak riwayat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu yang bertentangan dengan faham kekufuran mereka dengan mencela dan menuduhnya secara dusta dan bohong untuk menipu orang-orang awam yang bodoh. Orang kelompok Khawarij yang menghalalkan darah kaum Muslimin dan tidak taat terhadap khalifah/imam tatkala mendengarkan riwayat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu dari Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam yang tidak sesuai dengan faham sesatnya, tiada cara lain untuk menghujatnya kecuali dengan senjata pamungkasnya, mencela Abu Hurairah Radhiallahu’anhu … Demikian pula orang jahil yang sok pintar fiqih tatkala mendengar hadits Abu Hurairah Radhiallahu’anhu yang bertentangan dengan madzhab yang dianutnya dengan taklid buta/membeo, dia mencela pribadi Abu Hurairah Radhiallahu’anhu dan mementahkan haditsnya yang tidak sesuai dengan madzhabnya dan memakai haditsnya yang sesuai dengan madzhabnya. Sebagian golongan telah mengingkari hadits-hadits riwayat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu yang tidak mereka fahami maksudnya…”39

b. Usaha Penyatuan Sunni dan Syi’ah.

Dr. Quraish Shihab ini berusaha untuk menyatukan antara Syi’ah dan Sunnah sebagaimana maksud dan kesimpulan bukunya tersebut.

Jawaban:

Ini adalah suatu hal yang sangat aneh. Mungkinkah kaum Muslimin (Ahli Sunnah) akan bersatu dengan suatu kaum (Syi’ah) yang menjadikan celaan serta pengkafiran kepada para istri Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam dan para sahabat sebagai agama?!!

Landasan agama mereka berbeda dengan landasan agama Islam yang mulia. Bagaimana kaum Muslimin akan bersatu dengan suatu kaum yang menolak ijma’ dan menyengaja untuk menyelisihi ijma’ ulama kaum Muslimin?! Bagaimana akan bersatu, sedangkan tokoh Syi’ah sendiri enggan dengan persatuan ini?!!40

Simaklah ucapan seorang tokoh mereka (tokoh Syiah_pen), Ni’matullah al-Jazairi, yang mengatakan:
“Kita tidak akan bersatu dengan mereka (Ahli Sunnah) dalam satu tuhan, nabi, atau imam. Hal itu karena mereka mengatakan: “Sesungguhnya Rabb mereka adalah yang Muhammad Nabi-Nya dan khalifah setelahnya adalah Abu Bakar. Sedangkan kami tidak sependapat dalam Rabb dan Nabi mereka, bahkan kami mengatakan: Sesungguhnya Rabb yang khalifah Nabinya adalah Abu Bakar maka bukanlah Rabb kita dan Nabinya bukan Nabi kita.”41
.
Syaikh Muhammad Rasyid Ridha berkata:
“Saya adalah seorang yang sangat bersemangat untuk menyatukan antara Sunnah dan Syi’ah. Saya telah berusaha semaksimal mungkin selama tiga dekade dan saya tidak mengetahui seorang muslim pun yang lebih semangat daripada saya untuk persatuan tersebut, lalu tampak jelaslah bagi saya dengan pengalaman yang lama bahwa mayoritas ulama Syi’ah sangat enggan dengan persatuan ini, sebab hal itu sangat berlawanan dengan manfaat pribadi mereka berupa harta dan kedudukan. Saya telah berdialog tentang hal ini dengan banyak orang di Mesir, Suriah, India, dan Iraq. Dari pengalaman tersebut saya menarik kesimpulan bahwa Syi’ah sangat memusuhi Ahli Sunnah!!! Mereka bersemangat untuk menyebarkan kitab-kitab untuk mencela Sunnah, para Khalifah Rasyidin yang menaklukkan negeri dan menyebarkan Islam di penjuru dunia, dan mencela para pembela Sunnah dan imamnya serta orang-orang Arab secara umum.”42.

Footnote :

32. Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Lentera Hat (penerbit Syiah_pen)i, Ciputat, Tangerang, cetakan pertama Maret 2007 M/Rabi’ul Awal 1428 H. Buku ini telah dibantah secara tuntas dalam buku Mungkinkah Sunnah-Syi’ah Dalam Ukhuwah? Jawaban Atas Buku Dr. Quraish Shihab “Sunnah-Syi’ah Bergandengan Tangan! Mungkinkah?” Penulisnya adalah Tim Penulis Buku Pustaka Sidogiri. Diterbitkan oleh Pustaka Sidogiri, Pasuruan, tahun 2012, dan di buku bantahan ini dijadikan referensi oleh MUI dalam buku “Mengenal dan Mewaspadai Syiah Di Indonesia” hlm. 85–87.

33. Buku ini ditulis oleh Tim Ahlul Bait Indonesia. Diberi pengantar oleh Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab. Buku ini sarat dengan propaganda pemikiran-pemikiran Syi’ah dan melontarkan kerancuan-kerancuan pemikiran yang sangat berbahaya bagi umat Islam. Lihat beberapa kritikan terhadap buku ini dalam tulisan Ustadzuna Arif Fathul Ulum, Lc. dalam Majalah Al Furqon Edisi 147/Tahun 13 dengan judul “Noda-Noda Hitam Buku Putih Madzhab Syiah”.

34. Sunnah-Syi’ah Bergandengan Tangan! Mungkinkah? hlm. 160

35. Idem hlm. 322–323

36. Mahmud Abu Rayyah adalah seorang yang sangat benci terhadap Sunnah dan para pembelanya dari kalangan para sahabat, terutama Sahabat mulia Abu Hurairah Radhiallahu’anhu yang banyak meriwayatkan hadits.

Di antara buku hasil goresan tangannya yang keji adalah :
Adhwa’ Islamiyyah ’ala Sunnah Muhammadiyyah yang memuat pendapat para tokoh Mu’tazilah, Syi’ah, dan orientalis sehingga buku ini sangat menyenangkan musuh-musuh Islam.

Oleh karena itu, para ulama bangkit membantah kitab sesat tersebut seperti :
-asy-Syaikh Abdurrazzaq Hamzah dalam bukunya Zhulumat Abu Rayyah
-dan asy-Syaikh Abdurrahman ibn Yahya al-Mu’allimi dalam bukunya al-Anwar al-Kasyifah…
(lihat as-Sunnah wa Makanatuha asy-Syaikh Musthafa as-Siba’i hlm. 467 dan Zawabi’ fi Wajhi Sunnah Maqbul Ahmad hlm. 81–85).

Telah banyak para ulama yang membantahnya dan membongkar kegelapan kitabnya tersebut, seperti:

asy-Syaikh Muhammad Abdurrazzaq Afifi dalam kitabnya Zhulumat Abi Rayyah dan al-Allamah asy-Syaikh Abdurrahman ibn Yahya al-Mu’allimi dalam al-Anwar al-Kasyifah yang mengatakan dalam muqaddimahnya: “Tatkala saya mencermati isi buku ini, ternyata telah tersusun rapi untuk menghujat dan mencela hadits Nabi.”

37. Al-Imam Ibnu Hazm menegaskan dalam Jawami’ Sirah: 275 bahwa Abu Hurairah Radhiallahu’anhu meriwayatkan sebanyak 5.374 hadits. Demikian juga Ibnul Jauzi dalam Talqih Fuhum Ahli Atsar: 183 dan adz-Dzahabi dalam Siyar 2/632. Dr. Muhammad Dhiya’ Rahman al-A’zhami telah mengumpulkan riwayat-riwayat Abu Hurairah dalam Musnad Imam Ahmad dan Kutub Sittah, beliau dapat mencapai 13.336 hadits saja. Lihat Abu Hurairah fi Dhau’i Marwiyyatihi hlm. 76. (Dinukil dari Syarh Bulughul Maram al-Audah 1/275)


38. Al-Kifayah fi Ilmi Riwayah hlm. 48 oleh al-Khathib al-Baghdadi

39. Al-Mustadrak ’ala ash-Shahihahin 3/513

40. Lihat Masalah Taqrib Baina Ahli Sunnah wa Syi’ah 1/375–390 oleh Dr. Nashir al-Qifari dan Baina Syi’ah wa Ahli Sunnah hlm. 16–17 karya asy-Syaikh Ihsan Ilahi Zhahir.

41. Al-Anwar Nu’maniyyah 2/278–279 karya Ni’matullah al-Jazairi.

42. Majalah al-Manar 31/290, dinukil dari Khud’atu Taqrib Baina Sunnah wa Syi’ah Asyraf ibn Abdul Maqshud hlm. 39–40.

Oleh : Al-Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi
Dinukil dr : http://abiubaidah.com/kritik-ilmiyyah-atas-pemikiran-dr-quraish-shihab-bagian-pertama.html/ 

posting ini bermanfaat? bantu kami dengan klik like/share, syukron

---------------------------------------------------------------------------
hanya dengan 5.000 rupiah donasi yang saudara/i berikan membantu kami
mewujudkan komputer khusus dakwah media ini

kirim ke no rekening bri 3343-01-023572-53-6 atas nama atri yuanda
atau ke paypal.me/atriyuanda

setelah transfer, informasikan ke kami dengan mengirim pesan
dengan format #nama#usia#asal daerah#jumlah donasi kirim ke 085362377198

total donasi masuk hingga hari ini telah terverifikasi sebesar Rp.1.920.000
total donasi yang dibutuhkan sebesar Rp.6.500.000
*program ini ditutup setelah dana pembelian komputer memadai*

artikel baru hari ini :

cari artikel ?. ketik dibawah ini