kisah perjuangan kakek dan motor tuanya agar anaknya menjadi hafidz

kisah perjuangan kakek dan motor tuanyaSecuil Kisah dari orang tua dgn motor tuanya

Adalah pak maksum, perjuangannya mengantar putranya belajar menghafal al quran.

Saat para santri dan pengasuh Ma'had Tahfidz Quran Darul Hijrah Hidayatullah atau disingkat DH Surabaya akan istirahat malam, tiba tiba datang rombongan pemuda dengan tergopoh gopoh.

" Pak, ada santri baru bernama Rahmatullah dari Blitar?" Tanya salah satu dari pemuda tersebut.

"Ada mas, ada yg bisa dibantu?" Jawab Irjan pengasuh DH sambil bertanya balik.

"Ini ada bapaknya sedang mencari cari"

Subhanallah setelah melihat keluar, ada bapak tua dgn baju taqwa, bersongkok putih dan celana sederhananya, terlihat kelelahan

Setelah usut punya usut, ternyata bapak Maksum namanya berangkat dari Blitar ini bermaksud mengantar putranya ke DH tapi ketinggalan kereta dan putra sudah berangkat duluan dengan gurunya.

Akhirnya pak Maksum ini nekat berangkat dengan kondisi motor tua, tanpa lampu, jok tumpukan karpet bekas yg diikat karet bekas ban, tidak ada plat nomor, tidak jelas merek apa, tahun berapa, tak ada spion apalgi suratnya, bagian belakang ada tas yg ikat dan plastik hitam putih berisi air dan bekal apa adanya.

Setelah bertanya ke sana ke mari, tapi tidak ketemu ketemu, karena agak lupa nama pesantren, daerahnya juga belum tahu, hp habis baterainya dan motor mogok

Akhirnya bertemu sekumpulan pemuda baik yg saat bertemu langsung berusaha membantunya. Ada yg memperbaiki motornya, meng chas hpnya, mencarikan makan minum, membuka internet, memberikan uang sampai mengantar di DH

Subhanallah luar biasa tekad dan mujahadahnya untuk memastikan putranya bisa belajar menghafal al Quran.

Pak Maksum pekerjaannya di kampung adalah mengumpulkan barang bekas dgn modal motor buntutnya itu. Umurnya 52 tahun tapi tampak lebih tua karena beratnya pekerjaannya mungkin.

Sebenarnya sdh biasa dia jalan jauh, bahkan naik sepeda pancal dari Blitar ke Malang dan Surabaya dgn membonceng putranya untuk mengaji.

Ketika ditanya, " Apa tidak khawatir naik sepeda motor tanpa lampu malam malam?"

Dia menjawab, "Alhamdulillah, sdh biasa yang penting berusaha untuk tidak menabrak dan ditabrak"

Dia sangat bahagia dgn motornya, karena bisa mengantar istri dan anak anaknya pulang pergi pengajiaan, ke sekolah menimba ilmu. Tidak ada rasa gengsi, malu yg seringkali menghalangi orang untuk bersyukur.

Ternyata banyak orang orang unik dan luar biasa semangat hidup dan cita citanya. Seolah menampar orang orang yg suka mengeluh dengan kehidupan, padahal sdh ada fasilitas hidup yang luar biasa dibandingkan pak Maksum ini.

Juga masih banyak orang baik seperti para pemuda diatas dan orang baik dgn niat baik insyaallah akan ditolong Allah melalui orang orang yg baik juga.

Kisah hari pertama mengantar anak di DH Hidayatullah surabaya.
Catatan Ust Abdul Ghoffar Hadi,. Salah Satu Wali santri Darul Hijrah kelas 7, Asal Balikpapan

Kisah Yg Inspiratif.
Mudah2an ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala Selalu Memudahkan Segala Urusan Bapak Ma'shum Dan Kelak Putra Nya Mnjd Hafidz,Sebagai Mujahid Pemangku AL-Qur'an,Memberikan Mahkota Untuk Orang Tua Nya Di Akhirat Kelak Nanti,Sesusai Dgn Cita2 Tertinggi Ortu Nya, Amiiin....

sumber nukil muslim al-ikhwan

artikel baru hari ini :

---------------------------------------------------------------------------
hanya dengan 5.000 rupiah donasi yang saudara/i berikan membantu kami
mewujudkan komputer khusus dakwah media ini

kirim ke no rekening bri 3343-01-023572-53-6 atas nama atri yuanda
atau ke paypal.me/atriyuanda

setelah transfer, informasikan ke kami dengan mengirim pesan
dengan format #nama#usia#asal daerah#jumlah donasi kirim ke 085362377198

total donasi masuk hingga hari ini telah terverifikasi sebesar Rp.1.920.000
total donasi yang dibutuhkan sebesar Rp.6.500.000
*program ini ditutup setelah dana pembelian komputer memadai*

pengen dialog santai, silahkan inbox kami. syukron

cari artikel ?. ketik dibawah ini