ngaku keturunan kyai, kedok pendeta ruth ewin dibongkar netizen dan diklarifikasi

Sebuah video menjadi viral di media sosial. Pasalnya, dalam video Youtube tersebut, Pendeta Ruth Ewin dari Gereja Yakin Hidup Sukses (YHS) Blitar mengaku sebagai keturunan Kyai Besar pendiri Pesantren Tebu Ireng.

“Nenek saya itu cucu Kyai Besar di Jember. Ya, kalau saudara denger Pesantren Tebu Ireng itu. Tebu Ireng ya. Itu Mbah Buyut saya,” kata Pdt Ruth Ewin.

pendeta ruth ewin ngaku keturunan kyai
Pengakuan itu sontak ditertawakan netizen. Pasalnya, Pesantren Tebu Ireng berlokasi di Jombang, bukan Jember. Dari situ saja, netizen sudah bisa memastikan bahwa pendeta tersebut telah berbohong.

“Tebuireng itu di Jombang .. Jember dari mana??,” kata Brinayuridz Elzyahard mengomentari video tersebut.

“Dari intonasi nada aja udah tahu kemunafikanya.. modele kaya biang gosip tingkat RT. Sebarkan agama dengan ma’ruf dan kebenaran... bukan dengan kemunafikan.....” kata Amerudin Tahrir.

Hasil klarifikasi Pesantren Tebu Ireng juga telah membuktikan bahwa pendeta tersebut berbohong. Klarifikasi tersebut telah dirilis oleh Pesantren Tebu Ireng pada Sabtu, 2 Juli 2016.

berikut ini artikel tentang Pendeta Ruth Ewin Akui Dirinya Berbohong


Mendapati beredarnya video Pendeta Ruth Ewin dari Gereja Yakin Hidup Sukses (YHS) Blitar mengaku sebagai keturunan Kyai Besar Pesantren Tebu Ireng, pihak Pesantren Tebu Ireng tidak tinggal diam. Tim klarifikasi segera dikirim untuk menemui Ruth dan gerejanya.

Hasilnya, Ruth tidak bisa berkutik. Di hadapan Tim Klarifikasi Tebu Ireng dan Gereja YHS, pendeta itu mengakui dirinya telah berbohong. Sebenarnya, Ruth bukanlah keturunan Kyai Tebu Ireng.

Berikut ini siaran pers hasil klarifikasi Pesantren Tebu Ireng sebagaimana dirilis tebuireng.org, Sabtu (2/7/2016):

Terkait beredarnya video di situs Youtube berisi ceramah seorang pendeta bernama Ruth Ewin dari Gereja Yakin Hidup Sukses (YHS) Blitar yang mengaku sebagai keturunan Kiai Tebuireng, Keluarga Besar Pondok Pesantren Tebuireng merasa perlu menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Bahwa berdasarkan hasil temuan Tim Klarifikasi yang bertemu dengan Pdt Ruth Ewin dan pihak Gereja Yakin Hidup Sukses (YHS) Blitar, telah dapat dipastikan bahwa pengakuan Pendeta Ruth Ewin sebagai keturunan Kiai Tebuireng adalah sebuah kebohongan.

2. Kebohongan tersebut telah diakui oleh yang bersangkutan (Pdt Ruth Ewin) di hadapan Tim Klarifikasi dari Pondok Pesantren Tebuireng dan disaksikan oleh Pengurus Gereja YHS Blitar pada Hari Sabtu tanggal 25 Juni 2016.

3. Terkait dengan beredarnya video rekaman ceramah Pdt Ruth Ewin di hadapan jemaat Gereja YHS Blitar di situs Youtube, pihak Gereja YHS Blitar juga telah mengakui adanya peran aktif dan keterlibatan dari salah satu jemaatnya dalam proses pengunggahan video rekaman tersebut.

4. Bahwa peredaran video tersebut secara viral di berbagai media sosial, telah sangat merugikan Keluarga Besar Pondok Pesantren Tebuireng. Lebih dari itu, kebohongan tersebut juga dapat memicu prasangka dan kegaduhan di masyarakat. Karena itu, kami menuntut pertanggungjawaban yang harus dilakukan oleh Pdt Ruth Ewin secara pribadi dan Gereja YHS Blitar secara kelembagaan.

5. Keluarga Besar Pondok Pesantren Tebuireng menyerukan kepada seluruh alumni dan muhibbin serta masyarakat pada umumnya untuk menyikapi kasus tersebut secara proporsional dan tidak turut serta menyebarkan video tersebut.

Demikian beberapa hal yang dapat kami sampaikan. Hanya kepada Alloh kita memohon petunjuk dan pertolongan.

Tebuireng, 1 Juli 2016
Atas Nama Pondok Pesantren Tebuireng

H. LUQMAN HAKIM
Koordinator Tim Klarifikasi

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam sebuah khotbah yang dirilis di Youtube, Pendeta Ruth Ewin dari Gereja YHS Blitar mengaku sebagai keturunan Kyai Besar pendiri Pesantren Tebu Ireng.

“Nenek saya itu cucu Kyai Besar di Jember. Ya, kalau saudara denger Pesantren Tebu Ireng itu. Tebu Ireng ya. Itu Mbah Buyut saya,” kata Pdt Ruth Ewin.

Pengakuan itu sontak ditertawakan netizen. Pasalnya, Pesantren Tebu Ireng berlokasi di Jombang, bukan Jember. Dari situ saja, netizen sudah bisa memastikan bahwa pendeta tersebut telah berbohong.

reshare from tarbiyah.net

posting ini bermanfaat? bantu kami dengan klik like/share, syukron

---------------------------------------------------------------------------
hanya dengan 5.000 rupiah donasi yang saudara/i berikan membantu kami
mewujudkan komputer khusus dakwah media ini

kirim ke no rekening bri 3343-01-023572-53-6 atas nama atri yuanda
atau ke paypal.me/atriyuanda

setelah transfer, informasikan ke kami dengan mengirim pesan
dengan format #nama#usia#asal daerah#jumlah donasi kirim ke 085362377198

total donasi masuk hingga hari ini telah terverifikasi sebesar Rp.1.920.000
total donasi yang dibutuhkan sebesar Rp.6.500.000
*program ini ditutup setelah dana pembelian komputer memadai*

artikel baru hari ini :

cari artikel ?. ketik dibawah ini