melirik sejarah berdirinya Masjid Godang Nagari Koto Nan Ompek payakumbuh

sebagai orang minang, ada sisi positif yang ku sukai, yaitu mayoritas muslim, alamnya indah, ramah, makanannya enak dll. pada artikel kali ini kita akan bertandang ke kota payakumbuh. yach, negeri yang memang beda dengan adat kampungku pariaman dan memiliki panorama alam yang indah dan dingin, aku suka sekali.
Masjid Godang Nagari Koto Nan Ompek

payakumbuh merupakan kota besar pertama yang akan anda jumpai jika datang via darat melewati provinsi riau. memang tak ada yang beda dengan kota besar lainnya namun jika kita masuk ke dalam maka akan didapati peninggalan sejarah terutama adanya mesjid yang sudah berusia diatas 100 tahun.

Masjid Godang Nagari Koto Nan Ompek yang terletak di salah satu kawasan permukiman di Payakumbuh nyaris tidak pernah berubah sejak dulu. Masjid kuno yang didirikan pada abad ke-19 itu masih menampilkan bentuk aslinya sampai hari ini.

Tempat ibadah tersebut betul-betul berbeda dengan kebanyakan masjid yang ada saat ini. Atapnya berbentuk limas segi empat berundak tiga. Tidak ada kubah ataupun menara. Hal yang paling menarik, hampir semua bahan bangunannya terbuat dari kayu, mulai dari dinding, lantai, hingga tiang-tiangnya.

Ben Yuza (67 tahun) mengungkapkan, keberadaan Masjid Godang Koto Nan Ompek memiliki sejarah yang cukup panjang. "Rumah ibadah ini dibangun oleh niniak mamak leluhur kami pada 1832, tepatnya semasa pemerintahan Regent Chedoh (wedana Payakumbuh ketika itu—Red)," ujar tokoh masyarakat Payakumbuh tersebut yang saya temui pada awal Agustus lalu.

Ia menjelaskan, pada waktu itu, bahan bangunan masjid dikumpulkan secara bergotong royong oleh warga. Kayu-kayu diambil dari rimba belantara di sekitar Nagari Koto Nan Ompek, lalu diangkut dengan cara dihanyutkan melalui Sungai Batang Agam untuk mencapai lokasi pembangunannya.

Setelah semua bahan terkumpul, warga Nagari Koto Nan Ompek kemudian mendirikan masjid bersama-sama sehingga jadilah bangunan itu dalam bentuk seperti yang dijumpai sekarang ini. "Tidak ada yang tahu siapa arsitek yang merancang desain masjid ini. Namun yang pasti, banyak sekali warga yang terlibat dalam pembangunannya ketika itu," ujar Ben.

begitulah awal berdirinya masjid nagari koto nan ompek, berawal dari kepedulian dan sikap gotong royong, akhirnya berdiri kokoh mesjid hingga hari ini.

source republika.co.id plus sedikit tambahan dari admin

artikel baru hari ini :

---------------------------------------------------------------------------
hanya dengan 5.000 rupiah donasi yang saudara/i berikan membantu kami
mewujudkan komputer khusus dakwah media ini

kirim ke no rekening bri 3343-01-023572-53-6 atas nama atri yuanda
atau ke paypal.me/atriyuanda

setelah transfer, informasikan ke kami dengan mengirim pesan
dengan format #nama#usia#asal daerah#jumlah donasi kirim ke 085362377198

total donasi masuk hingga hari ini telah terverifikasi sebesar Rp.1.920.000
total donasi yang dibutuhkan sebesar Rp.6.500.000
*program ini ditutup setelah dana pembelian komputer memadai*

pengen dialog santai, silahkan inbox kami. syukron

cari artikel ?. ketik dibawah ini