Menanti Jodoh itu bagaikan menunggu waktu berbuka puasa.

Akhir-akhir ini tak jarang kita temukan orang-orang yang menanti berbuka puasa justru dengan hal hal yang dilarang Penciptanya. Penantian jodohpun diawali dengan hal-hal yang Allah tidak suka. Mulai dari hubungan tanpa status (HTS-an), Pacaran Long Distance (LDR), sampe Pacaran Islami?

Menanti Jodoh itu bagaikan menunggu waktu berbuka puasa.

HTS adalah hubungan ketika lelaki dan perempuan yang bukan mahrom menjalani hubungan yang sangat akrab dan intens. Mereka terkadang akrab seperti kakak-adek yang ketemu gede. Boro-boro status suami istri. Status pacaran aja bukan. Ini sungguh kasian. Bukan penantian seperti ini yang seharusnya dilakukan.

Nah ada lagi pacaran LDR. Suatu hubungan lelaki dan perempuan yang bukan mahrom dengan status teman akrab “banget” alias pacaran namun dilakukan didaerah yang terpisah. Misalnya sang lelaki di kutub utara dan sang perempuan di kutub selatan. Lalu mereka menganggap hubungan ini adalah sebuah penantian yang wajar. “Gakpapa dong, kita kan cuma chatting-an atau telfonan aja, ketemu nggak, pegangan juga kita nggak. Mata gak zina, sentuhan juga nggak! Darimana zinanya coba???”

eiits masi ada hati nih. Walau mata tak memandang, tangan tak pegangan, tapi hati tetap jadi sasaran. Waspadalah.. waspadalah..

artikel baru hari ini :

---------------------------------------------------------------------------
hanya dengan 5.000 rupiah donasi yang saudara/i berikan membantu kami
mewujudkan komputer khusus dakwah media ini

kirim ke no rekening bri 3343-01-023572-53-6 atas nama atri yuanda
atau ke paypal.me/atriyuanda

setelah transfer, informasikan ke kami dengan mengirim pesan
dengan format #nama#usia#asal daerah#jumlah donasi kirim ke 085362377198

total donasi masuk hingga hari ini telah terverifikasi sebesar Rp.1.920.000
total donasi yang dibutuhkan sebesar Rp.6.500.000
*program ini ditutup setelah dana pembelian komputer memadai*

pengen dialog santai, silahkan inbox kami. syukron

cari artikel ?. ketik dibawah ini