merajalelanya kesyirikan sebab utama diutusnya muhammad shallallahu alahi wasallam

Ketahuilah, Semoga Allah merahmatimu, bahwasanya ketika Allah mengutus nabi kita Muhammad sebagai rasul dengan firmanNya:

“Wahai orang yang berselimut, bangun dan berilah peringatan.” Sampai pada firman-Nya: “Dan karena Rabb-mu, bersabarlah."
muhammad shallallahu alahi wasallam

Maka disaat itu kaum musyrikin di Mekkah melakukan banyak pelanggaran yang mereka namakan kedzoliman dan tindakan kesewenang-wenangan lainnya. Disamping itu mereka juga melakukan banyak ibadah yang dengannya mereka mendekatkan dirinya kepada Allah seperti ibadah haji, umroh, bersedekah kepada fakir miskin, dan kebaikan kebaikan lainnya.

Adapun ibadah yang paling agung disisi mereka saat itu adalah kesyirikan, kesyirikan yang mereka lakukan dengan harapan dan sangkaan bahwa perbuatan mereka itu bisa mendekatkan diri mereka kepada Allah.

Dan kesyirikan inilah, yang merupakan ibadah paling agung disisi mereka saat itu, yang pertama kali Allah perintahkan kepada Nabi kita untuk mengingkarinya, sebelum peringatan dari mencuri, zina, dsb.

Dimana alasan mereka melakukan kesyirikan adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah yang mana mereka mengatakan:

“Kami tidak beribadah kepada mereka melainkan agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” (Qs. Az-Zumar: 3)

Mereka yang musyrikin sembah ini, adalah orang orang sholeh mereka yang sudah meninggal, atau para malaikat yang mereka buat patungnya, dimana mereka menyembahnya karena menganggap malaikat dan orang sholeh yang mereka sembah tsb memiliki kedekatan kepada Allah.

Bisa menjadi pemberi syafa'at bagi mereka disisi Allah.

“Mereka adalah para pemberi syafa'at bagi  kami disisi Allah.” (Qs. Yunus: 18)

Mereka (musyrikin) ini meyakini Allah lah yang menciptakan mereka, mengatur segala urusan dan memberi mereka rezeki

Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, Katakanlah: “Segala puji bagi Allah”, tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya).” (QS. al-’Ankabut: 63)

Akan tetapi, mereka mengibaratkan Allah sebagai raja dan malaikat serta orang orang sholeh yang mereka sembah itu sebagai menteri menterinya, dimana ketika seseorang ingin meminta kepada raja, tidak akan dikabulkan jika memintanya secara langsung, jika tidak melalui menteri menteri tersebut.

Itulah kesyirikan mereka, menjadikan antara Allah dengan diri mereka perantara, perantara yang bisa membantu mendekatkan diri mereka kepada Allah, perantara yang menjadi pemberi syafa'at bagi mereka disisi Allah.

Bersambung.....

Allahua'lam

repost from group dakwah whatsapp
Powered by Blogger.