pasca runtuhnya komunis, pertumbuhan muslim montenegro semakin meningkat

Saat Uni Soviet masih jaya, Montenegro menjadi bagian wilayah satelitnya, yaitu Yugoslavia. Sejak akhir perang dunia kedua, karena dikungkung oleh rezim komunis, membuat umat Islam di sini tak bisa bebas menunjukkan identitasnya.
umat-islam-di-montenegro

Runtuhnya komunis pada akhir 1988 membuat Uni Soviet pun terpecah. Yugoslavia pun kemudian terpecah menjadi enam negara, yaitu Serbia, Kroasia, Bosnia, Makedonia, Slovenia, dan Montenegro.

Muslim Montenegro kini sebagian besar terdiri atas orang Bosnia, Albania, dan penduduk asli Montenegro yang telah masuk Islam. Sebagian besar mereka tinggal di wilayah Ulcinj dan Podgorica. Di Montenegro sendiri telah ditetapkan 13 Dewan Masyarakat Islam, yaitu Podgorica, Tuzi, Dinosa, Bar, Ostros, Ulcinj, Pljevlja, Bijelo Polje, Berane, Petnjica, Rozaje, Plav, dan Gusinje.

Imam dari Masyarakat Islam di utara Kota Bijelo Polje, Enis Burxheviq, mengatakan bahwa Muslim di sini memiliki peranan penting dalam proses kemerdekaan Montenegro sebab mayoritas memilih untuk berpisah dari Serbia dalam referendum pada 2006. “Sejak kemerdekaan itulah, pemerintah pun terus membina hubungan baik dengan mereka,” katanya.

Pertumbuhan Muslim semakin meningkat akhir-akhir ini di Montenegro. Jumlahnya sendiri kini bisa mencakup 20 persen dari sekitar 630 ribu total populasi negara tersebut.

Menurut Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Dewan Ulama Montenegro Omar Halil Kajshaj, negara ini sedang giat-giatnya membangun fasilitas untuk umat Islam. Kini, banyak masjid dibangun, juga sekolah Muslim.

Dewan Ulama berhasil membangun sebuah masjid raya di jantung Kota Ulcinj dan mendirikan sekolah Muslim pertama tingkat sekolah menengah pertama di ibu kota Podgorica. “Ini semua untuk memenuhi kebutuhan karena makin meningkatnya jumlah Muslim di negara ini,” katanya, dilansir dari onislam.

Di Ulcinj sendiri, sudah ada sekitar 26 masjid yang ada di kota hingga ke desa-desa. Kini, masjid-masjid bersejarah yang pernah hancur mulai dibangun kembali. Salah satunya adalah Masjid Sailor yang terletak di pesisir Ulcinj di lepas pantai Laut Adriatik. “Ini merupakan bagian dari upaya kami untuk terus menjaga identitas Muslim di Montenegro,” katanya.

Masjid tersebut sebenarnya pernah dibangun oleh para pelaut Arab pada abad ke-14, lalu diluluhlantakkan oleh Pemerintah Serbia pada 1931. Pada tahun-tahun tersebut, segala macam hal yang bernuansa Islam dilarang dan harus dimusnahkan.

Untuk itu, pemerintah berupaya untuk membangun masjid itu kembali sesuai dengan desain dan arsitektur aslinya. “Masjid tersebut mampu menampung seribu jamaah,” jelasnya.


republika.co.id
_____________________________
dapatkan pesan dakwah harian di inbox whatsapp anda

Cara daftar
Ketik nama#usia#asal daerah kemudian kirim ke no whatsapp kami ini 0852 6177 8185

Simpan no whatsapp kami dgn nama "1hari 1ilmu"

Jadilah anda petunjuk jalan dan dapatkan setiap kebaikan dari orang yg anda ajak
yuk, subcribe juga channel youtube jalan hidayah

Portal share artikel ustadz dan ulama sunnah
bantu kami share info ini

cari artikel ?. ketik dibawah ini