alhamdulillah, Arab Saudi setuju meningkatkan kuota Haji untuk Indonesia

Presiden Indonesia mengatakan Filipina, Singapura dan Jepang juga sepakat untuk mentransfer kuota yang tidak terpakai untuk jamaah haji Indonesia.

Presiden Indonesia mengumumkan hari Senin bahwa Arab Saudi telah sepakat untuk meningkatkan kuota haji untuk jamaah haji dari negara dengan jumlah umat Muslim terbesar di dunia setelah terungkap bahwa ratusan orang Indonesia berangkat Haji dengan menggunakan dokumen Filipina.

Joko Widodo mengatakan dalam siaran pers bahwa ia mencapai kesepakatan dalam pertemuan dengan Wakil Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman Al Saud di sela-sela pertemuan puncak G20 di China awal bulan ini.
pangeran saudi dan presiden ri berbincang

“Saya berbicara dengan Pangeran Salman dari Arab Saudi di Hangzhou, bahwa Indonesia meminta tambahan kuota haji, dan dia telah setuju untuk meningkatkan kuota haji,” katanya, menambahkan bahwa Pangeran Salman dijadwalkan mengunjungi Indonesia dalam waktu dekat untuk melakukan pembahasan lebih lanjut.

Joko Widodo juga mengungkapkan bahwa Filipina, Singapura dan Jepang telah sepakat untuk mentransfer kuota haji yang tidak terpakai ke Indonesia.
Bulan lalu, 177 orang Indonesia ditangkap di bandara Manila karena membawa paspor Haji Filipina asli yang diyakini telah diperoleh melalui “jalan suap” dengan membayar sebesar $ 6,000-$ 10,000.


Sebanyak 168 orang dipulangkan setelah pihak berwenang Filipina memproses mereka untuk dideportasi, tapi sembilan orang lainnya masih dalam tahanan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Menyusul skandal itu, Filipina menangguhkan penerbitan paspor haji untuk jamaah haji atau warga yang akan bepergian ke Arab Saudi sambil menunggu hasil penyelidikan.
“Pada saat Pangeran Salman berkunjung ke Indonesia, mungkin sudah ada pernyataan tentang berapa banyak kuota tambahan yang dapat diberikan kepada kita,” kata Joko Widodo, Senin.

Pekan lalu, Joko Widodo meminta kepada Presiden Filipina, Rodrigo Duterte untuk kuota haji Filipina yang tidak terpakai – permintaan tersebut disetujui.

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, mengatakan pada hari Rabu bahwa total 500-700 jamaah haji Indonesia yang menggunakan paspor Filipina telah tiba di Arab Saudi – dan Duterte setuju untuk memulangkan mereka setelah mereka kembali ke Filipina.

Presiden Indonesia menyatakan harapan pada hari Senin bahwa setelah kuota haji Indonesia meningkat, warga akan berhenti menggunakan metode ilegal untuk berangkat haji.

Sebagai penerima kuota haji terbesar, Indonesia – dengan penduduk sekitar 256 juta – mengirimkan sekitar 200.000 jamaah ke Makkah dan Madinah setiap tahun untuk menunaikan Haji yang menjadi pertemuan tahunan terbesar di dunia.

Setiap calon Haji Indonesia harus membayar deposit sekitar $ 2.500 dan saat ini ada lebih dari 2 juta orang Indonesia di daftar tunggu, dan harus menunggu sampai 32 tahun, mendorong beberapa warga Indonesia untuk mencari alternatif untuk berangkat haji dengan dokumen dari negara lain.

(Anadolu Agency/middleeastupdate)

artikel baru hari ini :

---------------------------------------------------------------------------
hanya dengan 5.000 rupiah donasi yang saudara/i berikan membantu kami
mewujudkan komputer khusus dakwah media ini

kirim ke no rekening bri 3343-01-023572-53-6 atas nama atri yuanda
atau ke paypal.me/atriyuanda

setelah transfer, informasikan ke kami dengan mengirim pesan
dengan format #nama#usia#asal daerah#jumlah donasi kirim ke 085362377198

total donasi masuk hingga hari ini telah terverifikasi sebesar Rp.1.920.000
total donasi yang dibutuhkan sebesar Rp.6.500.000
*program ini ditutup setelah dana pembelian komputer memadai*

pengen dialog santai, silahkan inbox kami. syukron

cari artikel ?. ketik dibawah ini