bantahan terhadap buku sekolah yang berisi tuduhan dusta terhadap muhammad bin abdul wahhab

Pada tanggal 15 September 2016 pukul 14.30 WIB telah diperoleh informasi tentang adanya ajaran tauhid versi Wahabi Muhammad bin Abdul Wahhab (ajaran Islam Ekstremisme dan Radikalisme) yang ditemukan dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI halaman 170 yang menyebutkan 8 poin ajaran tauhid versi Muhammad bin Abdul Wahhab.
bantahan terhadap buku sekolah yang berisi tuduhan dusta terhadap pelajaran tauhid

1. Isi dari 8 poin tersebut diantaranya sebagai berikut :

a. Yang boleh dan harus disembah hanyalah Allah -Subhanahu wa Ta'ala-, dan orang yang menyembah selain Allah -Subhanahu wa Ta'ala-  telah menjadi musyrik dan boleh dibunuh.

b. Kebanyakan orang Islam bukan lagi penganut paham tauhid yang sebenarnya karena mereka meminta pertolongan bukan lagi dari Allah, tetapi dari syekh atau wali dari kekuatan gaib. Orang Islam demikian juga telah menjadi musyrik.

c. Menyebut nama nabi, syekh, atau malaikat sebagai perantara dalam doa juga merupakan syirik.

d. Meminta syafa’at selain dari kepada Allah -Subhanahu wa Ta'ala- adalah syirik.

e. Bernazar kepada selain dari Allah -Subhanahu wa Ta'ala- juga syirik.

f. Memperoleh pengetahuan selain dari al-Quran, hadis dan qias (analogi) merupakan kekufuran.

g. Tidak percaya kepada qada dan qadar Allah -Subhanahu wa Ta'ala- juga merupakan kekufuran.

h. Demikian pula menafsirkan al-Quran dengan ta’wil (interpretasi bebas) adalah kufur.

2. Inti penyampaian dari 8 poin ajaran tauhid versi Muhammad bin Abdul Wahhab mengajarkan bahwa :  

a. Bahwa orang yang menyembah selain Allah atau orang musyrik adalah halal untuk dibunuh, mayoritas umat Islam menurut Wahabi Salafi adalah musyrik karena tidak mengikuti ajaran tauhid versi Muhammad bin Abdul Wahhab. Sementara yang tidak syirik hanya golongan yang sefaham dengan tauhid versi Wahabi Salafi saja.

b. Amaliah seperti tawasul yang dilakukan mayoritas umat Islam dikatakan sebagai perbuatan syirik, bahkan golongan Wahabi Salafi menuduh kafir kepada umat Islam yang menakwilkan Al-Qur’an dan lain sebagainya.

c. Jika orang menyembah selain Allah atau non muslim boleh dibunuh.

3. Ajaran tersebut sejalan dengan Ideologi yang dianut oleh Kelompok Wahabi ISIS dan semua firqohnya, pada bagian lain dari buku tersebut juga terdapat materi yang mengarah intoleransi antar umat beragama.

4. Adapun keterangan cetakan bukusebagai berikut :

a. Nama Buku : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.
b. Untuk  : SMA/MA7/SMK/ Kelas XI.
c. Kurikulum : Tahun 2013 (cetakan 2014).
d. Kontributor naskah : Mustahdi dan Mustakim.
e. Penelaah : Yusuf A. Hasan dan Moh. Saerozi.
f. Penerbitan : Pusat7 Kurikulum Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.

Mari kita share sebanyak-banyaknya agar anak-anak kita tidak terjerumus ke faham Wahabi salafi dan ISIS

Bantahan
                                                                                                                                                                    Ucapan di atas menunjukkan ketidakfahaman si penulis

Pertama,
Ucapan para ulama---tidak hanya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab---ketika menerangkan prinsip-prinsip agama selalu demikian.

Untuk menjelaskan kepada umat, mana ajaran Islam dan mana yang bukan ajaran Islam.
Silakan tanya pada ulama manapun dari kalangan mazhab Syafi'i, Hambali, Hanafi, atau Maliki, bagaimana jika ada seseorang yang menyembah selain Allah, kafir atau tidak kafir? musyrik atau tidak musyrik?

Niscaya jawabannya akan sama.
Bahkan, jika ditanya apakah mereka halal darahnya? mereka akan menjawab sama.
Kita siap untuk membawakan referensi dari kitab-kitab mereka.

Sebagai contoh bisa dibaca kitab berikut:

Aqidatus Salaf wa Ashhabul Hadits, oleh Imam Abu Utsman Ash-Shabuni dari mazhab Syafi'i
Aqidah Ath-Thahawiyyah, oleh Abu Ja'far Ath-Thahawi, dengan syarahnya oleh Imam Ibnu Abil Izz dari mazhab Hanafi.

Aqidah Al-Washithiyyah, oleh Imam Ibnu Taimiyyah dari mazhab Hambali dan Aqidah As-Safariniyyah oleh Imam As-Safarini.

Apakah berarti mereka semua Wahabi?? Extremis?? Radikalis??

Kedua,

Konsekuensi dari anggapan tersebut, apakah berarti  orang yang menyembah apapun masih tetap muslim??
Tidak boleh dikafirkan??
Yang berarti agama apapun masih tetap muslim??
Lantas apa makna Islam kalau begitu??

Ketiga,

Para ulama tidak---seperti yang mereka tuduhkan---mengajarkan untuk membunuh siapa saja yang dianggap kafir.

Karena:
Mengkafirkan seorang muslim adalah perkara yang rinci sehingga perlu ketelitian dan ilmu.
Mendahulukan nasihat dan peringatan.
Memastikan kalau dia tidak terpaksa.
Memastikan kalau perbuatannya bukan karena kebodohan, dll.

Oleh karena itu, jika para ulama mengatakan, "...kafir, halal darahnya..." maka itu hanyalah penegasan kalau perkara itu bukan dari prinsip-prinsip agama Islam, tetapi dari ajaran orang kafir yang diperangi.

Keempat,

Para ulama mengucapkan kalimat-kalimat tersebut dalam rangka menasihati, bukan dalam rangka memusuhi.

Agar kaum muslimin meninggalkan perkara-perkara syirik dan ajaran yang berbahaya, tentunya perlu dijelaskan bahayanya. Oleh karena itu, para ulama menjelaskan bahayanya yang besar, yaitu menjadi kafir.

Dari sini kita lihat bahwa para ulama menebar rahmat dan kasih sayang,
bukan menebar tuduhan dan kebencian.
                                                                                                                                                                    Kelima

Perlu dibedakan ucapan "Barangsiapa yang berbuat begini maka ia kafir halal darahnya" dengan ucapan "kelompok fulan kafir halal darahnya" , "kiai fulan kafir halal darahnya" atau "si fulan kafir halal darahnya"....

Yang pertama menjelaskan bahayanya agar kaum muslimin segera menjauhi perbuatan tersebut ( Ta'mim )

Sedangkan yang kedua adalah tuduhan yang berbahaya ( Ta'yin )

Keenam

Para ulama Salaf---termasuk Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab---selalu memperingatkan dari bahaya takfir (mengkafirkan) seorang muslim dan mengingatkan dengan hadits-hadits seperti:


 عَنْ ابْنِ عُمَرَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَيُّمَا امْرِى ءٍ قَالَ لاخِيْهِ يَاكَافِرُ فَقَدْ بَاءَ بِهَاأَحَدُ هُمَا اِنْ كَانَ كَمَا قَالَ وَاِلا رَجَعَتْ عَلَيْهِ
Dari Ibnu 'Umar  radhiallahu 'anhuma berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam bersabda, "Barangsiapa mengatakan kepada saudaranya 'wahai kafir' maka akan kembali kepada salah satunya". Jika sesuai maka sebagaimana ucapannya, jika tidak, maka kekafiran itu berbalik kepada diri yang mengucapkannya."( H.R. Muslim )

Yakni kalau ternyata dia tidak kafir maka akan kembali pada dirinya.

Ketujuh,

Para ulama Salaf---termasuk Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab---selalu memperingatkan umat dari bahaya pemikiran Khawarij yang mengkafirkan dan menghalalkan darah kaum muslimin dengan dosa-dosa, kemudian memerangi mereka.
Bagaimana mungkin akan disamakan dengan khawarij masa kini, yaitu ISIS??

Kedelapan,

Lagi pula para ulama ketika mengatakan halal darahnya, bukan berarti sembarang orang boleh membunuhnya. Mereka selalu mengingatkan bahwa yang berhak menghukumi adalah penguasa, sehingga tidak terjadi kekacauan dan main hakim sendiri.

Para ulama membagi orang kafir menjadi beberapa jenis.

Yang asalnya mereka halal darahnya menjadi tidak boleh diperangi karena beberapa sebab:
Kafir yang terikat perjanjian damai ( Mu'ahad )
Kafir yang merupakan tamu-tamu negara ( Wufud )
Kafir yang tunduk dibawah kekuasaan seorang muslim ( Dzimmi )
Kafir yang meminta perlindungan kepada negara Islam ( Musthauthin )
dll.

Dengan delapan poin ini, jelaslah ketidakpahaman penulis ketika mengatakan bahwa itu adalah ajaran Wahabi. Padahal, seluruh ulama Ahlus sunnah mengajarkan demikian.

Dan betapa tidak pahamnya penulis ketika mengatakan bahwa ucapan seperti itu adalah radikalisme.

Padahal, hanya sebuah nasihat yang berharga agar seluruh kaum muslimin selamat.

Apakah kalau seorang bapak mengatakan kepada anaknya, "Nak, kalau engkau berbuat seperti itu engkau akan menjadi penjahat," berarti menuduh anaknya penjahat?? Kemudian menangkapnya dan memenjarakannya??

 Semoga Allah memberikan hidayah, ilmu, dan petunjuk-Nya kepada kita dan mereka serta seluruh kaum muslimin.

Semoga kita dipersatukan di atas kebenaran. Amin.

Wallahu A'lam bisshawab,

Wa shallallahu 'ala nabiyyina Muhammadin wa 'ala aalihi wa shahbihi wa sallam.                      

repost from group whatsapp "anak minang pecinta sunnah"

----------------------------------------------

hasil klarifikasi buku tersebut

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menanggapi kontroversi dan pertanyaan publik tentang materi pada buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas XI, Mendikbud Anies Baswedanmengakui hal itu.

"Betul, memang kami temukan materi-materi bermasalah pada buku tersebut dan juga buku-buku Kurikulum 2013 yang lain. Seperti saya tegaskan pada November lalu, Kurikulum 2013 dan perangkatnya adalah barang setengah matang yang dipaksakan. Atas alasan itulah kami menunda implementasinya agar dapat dilakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh baik terhadap dokumen kurikulum, buku maupun proses pendampingan dan kesiapan sekolah dan guru," kata Anies dalam keterangannya, Sabtu (21/3/2015).

Anies mengatakan bahwa bukan hanya satu-dua masalah saja yang ditemukan dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti serta buku-buku Kurikulum 2013 yang lain.

Untuk pelajaran agama banyak masyarakat yang cepat mengetahui. "Bayangkan akumulasi dampak dari kesalahan-kesalahan yang juga ada di pelajaran-pelajaran lain, seperti Matematika, Sejarah, Penjaskes dan lainnya, terhadap anak-anak kita," katanya.

Beberapa contoh kontroversi dan masalah materi yang ditemukan antara lain :

A. Dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas XI, cetakan ke-1 tahun 2014, oleh kontributor naskah Mustahdi dan Mustakim serta penyelia Yusuf A. Hasan dan Muh. Saerozi, bab Bangun dan Bangkitlah Wahai Pejuang Islam, sub bab Tokoh-tokoh Pembaharuan Dunia Islam Masa Modern, ditemukan masalah pencantuman pemikiran Muhammad Ibnu Abdul Wahab yaitudan orang yang menyembah selain Allah telah menjadi musyrik dan boleh dibunuh, tanpa dilengkapi dengan rujukan yang valid terhadap pemikiran utuh tokoh yang bersangkutan dan juga ajakan untuk mengkaji konteksnya. Pada bagian ini juga terpasang foto berwarna yang tertulis sebagai foto Muhammad bin Abdul Wahab [lahir 1703, meninggal 1787], padahal foto tersebut adalah foto Abdul Aziz bin Abullah Al Syaikh, mufti Arab Saudi, yang masih hidup sampai saat ini.

B. Dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas X, cetakan ke-1 tahun 2014, oleh kontributor naskah Endi Suhendi Zen dan Nelty Khairiyah serta penyelia Yusuf A. Hasan, bab Meneladani Perjuangan Dakwah Rasulullah SAW di Madinnah, sub bab Mengkritisi Sekitar Kita, ditemukan narasi tentang kejadian kekerasan terhadap komunitas Rohingya di Myanmar yang antara lain bertuliskan muslim Rohingya yang sejak lama dianiaya, diusir dan rumah-rumah mereka dibakar massa penganut Buddha. Narasi ini menjadi kontroversial karena dianggap kurang berhati-hati. Pesan ini bisa diungkapkan dalam konteks lebih positif untuk mengajarkan semangat toleransi, perdamaian dan rekonsiliasi tanpa mengukuhkan miskonsepsi dan stereotype konflik antaragama.

C. Dalam buku Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan kelas XI, cetakan ke-1 tahun 2014, oleh kontributor naskah Sumaryoto dan Soni Nopembri serta penyelia Hermawan Pamot Raharjo dan Dian Budiana, bab Memahami Dampak Seks Bebas ditemukan materi tentang Gaya Pacaran Sehat dilengkapi dengan tips dan panduan pacaran yang aman beserta ilustrasi sepasang remaja dengan atribut pakaian khas muslim. Ilustrasi serupa ditemukan pada buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas X.

Mendikbud menjelaskan bahwa berbagai kesalahan ini menjadi bukti betapa Kurikulum 2013 disiapkan secara instan dan tergesa-gesa. Penulis, penyelia dan penelaah diberi waktu terlalu sempit untuk memastikan buku-buku yang sampai ke anak-anak kita adalah buku yang bermutu.

Menurut Anies, sesungguhnya berbagai risiko ketergesa-gesaan ini sudah diantisipasi oleh penyusun, di awal setiap buku Kurikulum 2013 diletakkan disklaimer yang tidak umum ditemukan dalam buku pelajaran sebelumnya. Disklaimer itu berbunyi antara lain, Buku ini merupakan dokumen hidup yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perkembangan zaman. Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini.

Anies melanjutkan, "Ada kesalahan-kesalahan manusiawi yang dapat dimaklumi, tapi ada juga keteledoran dan kelalaian yang sebenarnya dapat dihindari. Jangan sampai buku yang diterima anak-anak kita penuh dengan hasil kelalaian."

Dari hasil penelusuran juga ditemukan bahwa sebenarnya sudah ada pihak-pihak yang memberikan peringatan resmi dan tertulis terhadap keterburu-buruan proses penyusunan dan penjaminan mutu buku Kurikulum 2013.

Ke depannya, Mendikbud menyatakan bahwa seluruh buku-buku Kurikulum 2013 akan dievaluasi sebagai persiapan tahun ajaran baru 2015/2016. Buku-buku bermasalah seperti buku dalam contoh sebelumnya akan ditarik kembali dan ditutup akses unduhnya di situs Buku Sekolah Elektronik milik Kemdikbud.

Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang ikut mengawasi dan memberikan informasi tentang materi pelajaran bermasalah. Mari kita terus bergandengan tangan dalam membimbing dan melindungi anak-anak kita, tutup Mendikbud. *** (komisikepolisianindonesia)

posting ini bermanfaat? bantu kami dengan klik like/share, syukron

---------------------------------------------------------------------------
hanya dengan 5.000 rupiah donasi yang saudara/i berikan membantu kami
mewujudkan komputer khusus dakwah media ini

kirim ke no rekening bri 3343-01-023572-53-6 atas nama atri yuanda
atau ke paypal.me/atriyuanda

setelah transfer, informasikan ke kami dengan mengirim pesan
dengan format #nama#usia#asal daerah#jumlah donasi kirim ke 085362377198

total donasi masuk hingga hari ini telah terverifikasi sebesar Rp.1.920.000
total donasi yang dibutuhkan sebesar Rp.6.500.000
*program ini ditutup setelah dana pembelian komputer memadai*

artikel baru hari ini :

cari artikel ?. ketik dibawah ini