Karni Ilyas: Warga Jakarta Tak Bisa Lagi Melihat Laut

Sebelum Ahok jadi Gubernur, para nelayan di Jakarta masih bisa punya rumah di pantai untuk menaruh perahu mereka. Para nelayan juga bisa menjual hasil tangkapannya ke berbagai tempat di Jakarta untuk dapat harga yang terbaik. Para nelayan masih bisa tinggal di Muara Karang, Pasar Ikan, Sunda Kelapa, dan Luar Batang.
Karni Ilyas: Warga Jakarta Tak Bisa Lagi Melihat Laut

Namun satu per satu digusur oleh Ahok dengan dalih tanah mereka adalah tanah negara. Tanah tsb diserahkan ke pengembang yang cuma dimiliki oleh 10 keluarga saja. Kelak tak bisa lagi warga Jakarta jadi nelayan karena pantai Jakarta sudah dimiliki segelintir pengusaha properti.

Andai Ahok memindahkan mereka ke pulau Seribu, memang bisa mereka jual ikan di situ? Jika pun ada, tentu harganya bisa jatuh. Dan mereka terusir dari kampung halaman mereka.

Dari Karni Ilyas.

Saya tidak anti Ahok. Juga tidak masalah dia menambah kekayaan semua taipan yg dia senang. Tapi saya terusik melihat perlakuannya kepada orang miskin.

Saya tdk bisa bayangkan penduduk Luar Batang, Pasar Ikan yg sudah empat generasi di lokasi itu digusur dari rumah dan tanah kelahiran mereka dan tempat mereka mencari nafkah.

Saya terusik ketika mendengar wejangan Menteri Susi bahwa 22 juta penduduk DKI yg lahir di negara berpantai terpanjang di dunia, di masa depan tidak punya tempat 1 meter pun dari berkilo-kilo meter pantai Jakarta hanya untuk memandang laut dg gratis. Mereka baru bisa melihat laut kalau membeli apartemen, rumah mewah, atau menyewa hotel dari para taipan yg dapat izin reklamasi dari Ahok, yang jumlahnya nggak lebih dari 10 orang.

Kenapa saya terusik. Karena saya bisa merasakan perasaan mereka. Karena saya pernah sangat miskin.

source: kabarislamia

posting ini bermanfaat? bantu kami dengan klik like/share, syukron

---------------------------------------------------------------------------
hanya dengan 5.000 rupiah donasi yang saudara/i berikan membantu kami
mewujudkan komputer khusus dakwah media ini

kirim ke no rekening bri 3343-01-023572-53-6 atas nama atri yuanda
atau ke paypal.me/atriyuanda

setelah transfer, informasikan ke kami dengan mengirim pesan
dengan format #nama#usia#asal daerah#jumlah donasi kirim ke 085362377198

total donasi masuk hingga hari ini telah terverifikasi sebesar Rp.1.920.000
total donasi yang dibutuhkan sebesar Rp.6.500.000
*program ini ditutup setelah dana pembelian komputer memadai*

artikel baru hari ini :

cari artikel ?. ketik dibawah ini