Ahok melakukan dua kesalahan fatal atas perkataannya di kepulauan seribu

Bodohnya si kafir Ahok, Betapa Allah ta'ala sedang menghinakannya bersama dengan pengikutnya dan pendukungnya.

Ketika Ahok blunder dengan melakukan penistaan kepada Kitab Suci Al-Qur'an, ia dan para pendukungnya membuat pembelaan yang justru membuat posisinya semakin terpojok dan malah melakukan kesalahan dua kali..
Ahok melakukan dua kesalahan fatal atas perkataannya di kepulauan seribu

Berikut kutipan ceramah Ahok dalam 'kampanye' di depan warga Kepulauan Seribu;

"Bapak ibu ga bisa pilih saya, dibohongin dengan Surat Al Maidah 51, macem-macem itu, itu hak bapak ibu, kalau bapak ibu merasa ga milih nih karena saya takut neraka, dibodohin gitu ya gapapa..."

Dari perkataan Ahok diatas, ia dan pendukungnya mengelak tidak melakukan penistaan Surat Al Maidah 51. Ia tidak mengatakan Surat Al Maidah 51 itu bohong, namun ia katakan bahwa hati-hati dengan orang-orang yang berbohong untuk tidak memilih dirinya dalam pilkada DKI 2017 dengan membawa-bawa Surat Al Maidah 51. Begitu kira-kira pembelaan yang mereka lakukan.

Kalau kita cermati diksi yang digunakan Ahok dalam kampanyenya tersebut, kita dapati setidaknya ada dua tafsir dan tidak ada tafsiran ketiga dan seterusnya.

1. Tafsir pertama, Ahok ingin mengatakan bahwa Surat Al Maidah 51 itu bohong dan pembodohan. Semestinya ayat tersebut bukan diperuntukkan untuk pemilihan pemimpin, dalam hal ini gubernur. Ia ingin umat islam jangan mau dibohongi Al-Qur'an terutama Surat Al Maidah 51 dengan, dan tetap memperhatikan unsur profesionalisme kepemimpinan dalam pilkada DKI 2017 mendatang.

Jika ini tafsirnya, maka Ahok jelas melakukan penistaan dan penghinaan kepada Kitab Suci Al-Qur'an. Tetapi ini sudah disangkalnya dalam beberapa wawancara dan press releasenya..

2. Tafsir kedua, dan ini yang kemudian dijadikan pendapat sekaligus ralat oleh Ahok dan para pendukungnya. Yakni Ahok ingin mengatakan bahwa bukan Al-Qur'an yang berbohong, tetapi orang-orang yang mengatakannya dengan maksud jangan memilih Ahok itulah yang berbohong dengan membawa-bawa Surat Al Maidah 51.

Jika ini tafsirnya, maka Ahok dan pendukungnya sebenarnya seperti seorang yang ingin keluar dari mulut harimau, tetapi justru kemudian masuk mulut singa. Ia mengelak dan berharap bisa selamat dari tekanan umat islam dengan mengambil tafsir kedua, namun ia malah membuat kesalahan dan tetap saja menistakan Al-Qur'an.

Dengan tafsir kedua ini, Ahok melakukan dua kesalahan fatal;

Pertama, Ia menganggap Kitab Suci Al-Qur'an sebagai alat pembohongan dan pembodohan. Atau minimal menganggap Al-Qur'an bisa dijadikan alat pembohongan dan pembodohan. Dan ini salah satu bentuk sikap merendahkan Al-Qur'an.

Kedua, Ia menganggap orang-orang yang mengajak untuk memilih pemimpin muslim dan menasehati agar tidak memilih pemimpin kafir (dengan berdalil pada Kitab Suci Al-Qur'an) sebagai orang yang melakukan pembohongan dan pembodohan. Dan ini bentuk merendahkan umat islam khususnya para ustadz dan ulama yang mengajak untuk memilih pemimpin muslim. Ini juga berarti merendahkan para tokoh islam yang duduk di MUI, Muhammadiyah, NU dan ormas-ormas islam lainnya.

Baik tafsir pertama maupun kedua, Ahok sama-sama melakukan blunder, dan itu sangat tidak baik untuknya. Sikap terbaik yang semestinya ditempuh hanyalah mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada umat islam. Jika tidak, saya berdo'a kepada Allah ta'ala agar urusan Ahok dan para pendukungnya dibuat berantakan..

(sumber : Jumat Ahmadi Suryawan)

artikel baru hari ini :

---------------------------------------------------------------------------
hanya dengan 5.000 rupiah donasi yang saudara/i berikan membantu kami
mewujudkan komputer khusus dakwah media ini

kirim ke no rekening bri 3343-01-023572-53-6 atas nama atri yuanda
atau ke paypal.me/atriyuanda

setelah transfer, informasikan ke kami dengan mengirim pesan
dengan format #nama#usia#asal daerah#jumlah donasi kirim ke 085362377198

total donasi masuk hingga hari ini telah terverifikasi sebesar Rp.1.920.000
total donasi yang dibutuhkan sebesar Rp.6.500.000
*program ini ditutup setelah dana pembelian komputer memadai*

pengen dialog santai, silahkan inbox kami. syukron

cari artikel ?. ketik dibawah ini