KEUTAMAAN SHOLAT DHUHA DAN WAKTUNYA YANG PALING UTAMA

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى
“Setiap pagi, atas setiap persendian seorang dari kalian hendaklah bersedekah, maka setiap ucapan tasbih (subhaanallaah) adalah sedekah, setiap ucapan tahmid (alhamdulillaah) adalah sedekah, setiap ucapan tahlil (laa ilaaha illallaah) adalah sedekah, setiap ucapan takbir (Allaahu Akbar) adalah sedekah, memerintahkan yang ma’ruf adalah sedekah, dan melarang yang mungkar juga sedekah. Dan mencukupi itu semua dua raka’at sholat dhuha yang dilakukan seseorang.”

[HR. Muslim dari Abu Dzar radhiyallahu ’anhu]
KEUTAMAAN SHOLAT DHUHA DAN WAKTUNYA YANG PALING UTAMA

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam juga bersabda,

صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ
“Sholatnya orang-orang yang taat (sholat dhuha) adalah ketika anak-anak unta mulai kepanasan.” [HR. Muslim dari Zaid bin Arqom radhiyallahu ’anhu]

Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata,

وَفِيهِ : فَضِيلَة الصَّلَاة هَذَا الْوَقْت . قَالَ أَصْحَابنَا : هُوَ أَفْضَل وَقْت صَلَاة الضُّحَى ، وَإِنْ كَانَتْ تَجُوز مِنْ طُلُوع الشَّمْس إِلَى الزَّوَال
“Dalam hadits ini terdapat keutamaan sholat (dhuha) di waktu ini. Para ulama sahabat-sahabat kami berkata, inilah waktu sholat dhuha yang paling afdhal (yaitu tatkala anak-anak unta mulai kepanasan), meskipun boleh sholat dhuha sejak terbit matahari (yakni sempurna terbitnya) sampai waktu tergelincir (yakni sebelum waktu zhuhur).” [Syarah Muslim, 6/30]

Sumber: sofyanruray
Powered by Blogger.