parasit aqidah: benarkah menggandakan uang petanda karomah ?

Kabar Gembira! Jual semua BUMN, pecat mentri keuangan, gantinya angkat seorang yang pandai menggandakan uang. beres semua! Percaya?

Sobat, orang kalau sudah keblinger, ya susah semua, dalil tidak mempan, nalar sehat macet, peraturan tidak digubris. Ummat Islam, gunakan nalar sehat anda, dan hayati dalil-dalil dalam Al Qur’an dan As Sunnah dengan baik, bawa serta iman dan akidah anda ke manapun anda pergi dan dalam urusan apapun.
parasit aqidah: benarkah menggandakan uang petanda karomah ?

Namun bila akidah telah luntur, atau bahkan tidak pernah belajar akidah, yang dipelajari hanya masalah bacaan dan bacaan, puji-pujian, namun ndak pernah belajar akidah yang benar, ya gini inilah akibatnya.

Lupa kalau urusan rejeki itu harus diupayakan lalu bertawakkal, ndak cukup doa apalagi baca mantra. Andai sekedar doa saja cukup, maka dahulu Nabi shallallahu alaihi wa sallam mencukupkan dirinya dengan berdoa, namun kenyataannya beliau berdagang dan berbelanja di pasar. Allah Ta’ala berfirman:

وَما أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِي الْأَسْوَاقِ
"Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar." (Al Furqan 20)

Sayang, kalaupun belajar tauhid, yang dipelajari hanya sekitar karamah wali, Kalaupun belajar ibadah, maka tetap saja didoktrin bahwa sekali baca pujian ini, atau sholawat itu, maka pahalanya melampaui sholat, puasa, baca al qur’an sekian juta kali.

Bahkan dipatenkan bahwa syarat utama menjadi ulama’ bila ia bisa menunjukkan karomah, sepandai apapaun kalau ndak bisa menunjukkan kehebatan maka diragukan keilmuan dan keshalehannya.

Andai kesholehan seseorang ditandai dengan kemampuan menggandakan uang, enak dong, negara kita ndak usah susah-susah ngurus BUMN yang sampai saat ini banyak yang merugi, cukup saja piara orang-orang sakti, dan tugasi mereka menggandakan dolar, euro, yen, dan uang lainnya, beres deh.

Sobat! sadarilah bahwa ilmu dan kesholehan bukanlah ditunjukkan atau dibuktikan dengan kemampuan yang aneh aneh, namun dibuktikan sekuat apa anda menahan hawa nafsu dan mentaati perintah dan meninggalkan larangan Karenanya, Allah Ta’ala menjadikan ilmu sebagai indikasi ketaqwaan, yang membuktikan bahwa antara ilmu dan ketaqwaan yang terefleksi pada kepatuhan keada setiap perintah dan larangan.

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاء
"Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama." (Fathir 28)

Jadi semakin berilmu semakin rajin ibadah dan jauh dari maksiat, bukan semakin hebat bisa terbang atau menggandakan uang.

Sobat! mari pelajari islam dengan benar, kokohkan akidah, agar tidak mudah goyah dan runtuh hanya karena silau oleh tipu muslihat setan dan kroni-kroninya.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى
Sumber: BBG Al-ilmuCom

artikel baru hari ini :

---------------------------------------------------------------------------
hanya dengan 5.000 rupiah donasi yang saudara/i berikan membantu kami
mewujudkan komputer khusus dakwah media ini

kirim ke no rekening bri 3343-01-023572-53-6 atas nama atri yuanda
atau ke paypal.me/atriyuanda

setelah transfer, informasikan ke kami dengan mengirim pesan
dengan format #nama#usia#asal daerah#jumlah donasi kirim ke 085362377198

total donasi masuk hingga hari ini telah terverifikasi sebesar Rp.1.920.000
total donasi yang dibutuhkan sebesar Rp.6.500.000
*program ini ditutup setelah dana pembelian komputer memadai*

pengen dialog santai, silahkan inbox kami. syukron

cari artikel ?. ketik dibawah ini