kisah inspirasi: Mak Gober Pemburu Lelaki Yang Malas Sholat Jum'at

Masih Ingat Si Pemburu Lelaki Malas Salat Jumat? Ini Cerita Mak Gober yang Sampai Dicerai Suami dan Bisa

Pada bulan April 2016 lalu, kita dihebohkan oleh ulah wanita yang bekerja sebagai pemburu laki-laki yang tidak melaksanakan salat Jumat di Kecamatan Plered, Purwakrata.
Mak Gober Pemburu Lelaki Yang Malas Sholat Jum'at

Bagi para lelaki muslim di Kecamatan Plered yang kedapatan masih nongkrong dan berkeliaran saat salat Jumat, siap-siap mendapatkan pukulan dari para wanita berpakaian serba hitam.

Mereka tak segan-segan memukul dengan sapu atau pentungan yang sudah dibawa dari rumah. Para pedagang maupun para tukang ojek bahkan pagawai pemerintahan atau aparat sekalipun, tak luput dari pukulan ketika tidak melaksanakan ibadah salat Jumat.

Hal unik tersebut dilakukan Dede Siti Hindun (63) warga Kampung Empangsari, Desa Plered. Dia dibantu sembilan temannya berpatroli mencari para lelaki yang malas beribadah. "Saya pastikan Kecamatan Plered tidak ada yang berkeliaran saat jam salat Jumat. Kalau ada, hemm ... siap-siap mendapat pukulan dari saya," kata Dede seperti dilansir Radar Karawang.

Nah kisah uniknya ini kembali diulas disalah satu televisi swasta hari ini Kamis (27/10/2016) dalam acara yang dipandu Dedy Corbuzer.

Menurut Mak Gober sapaan Dede yang kini sudah berusia 63 tahun, Ide melakukan pengusiran para lelaki ini setelah sebelumya mendapat keluhan dari para pemilik toko, saat tempatnya dipakai sejumlah orang untuk santai-santai saat lelaki muslim menjalankan salat Jumat.

"Udah lama sih dari tahun 2007 kalau gak salah. Awalnya sih ada 9 orang, tapi sekarang hanya saya sendiri, soalnya teman-temen udah banyak yang meningal," ungkap Mak Dede Gober menjawab pertanyaan Dedi.

Lokasi operasinya kata dia, seperti jalan raya, gang pertokoan, hingga jalan tikus tidak luput dari pantauannya bersama yang lain. Meski tak jarang mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat melakukan pengusiran, janda dua anak ini tetap melakukan tugas mulia tersebut.

"Dulu pernah saya pas ngusir supaya salat ternyata dia non muslim. Kita berantem disitu, karena saya tidak tahu," terangnya.

Meski demikian, operasi mencari para lelaki malas beribadah ternyata mendapat dukungan dari tokoh masyarakat setempat. Bahkan ada salah satu donatur memberikan hadiah bagi Dede untuk pergi ke Tanah Suci.

"Alhamdulillah saya tahun 2013 pergi umroh, ada donatur yang ngasih tiket pergi kesana dan semua gratis," ujarnya.

Nah gara-gara pekerjaanya itu, ternyata tidak semua orang menyukainya. Bahkan suaminya sendiri melakukan protes dan akhirnya menceraikannya. "Ya saat itu suami saya gak suka, dan saya dicerai," ujarnya.

Lalu apa sebenarnya pekerjaan Mak Gober? Ternyata dia selain merazia laki-laki muslim yang tidak melaksanakan salat Jumat, Dede ternyata berprofesi sebagai penjual gas lpg keliling.


info repost dari group dakwah via whatsapp

posting ini bermanfaat? bantu kami dengan klik like/share, syukron

---------------------------------------------------------------------------
hanya dengan 5.000 rupiah donasi yang saudara/i berikan membantu kami
mewujudkan komputer khusus dakwah media ini

kirim ke no rekening bri 3343-01-023572-53-6 atas nama atri yuanda
atau ke paypal.me/atriyuanda

setelah transfer, informasikan ke kami dengan mengirim pesan
dengan format #nama#usia#asal daerah#jumlah donasi kirim ke 085362377198

total donasi masuk hingga hari ini telah terverifikasi sebesar Rp.1.920.000
total donasi yang dibutuhkan sebesar Rp.6.500.000
*program ini ditutup setelah dana pembelian komputer memadai*

artikel baru hari ini :

cari artikel ?. ketik dibawah ini