begitu bersabarnya umat dan ulama indonesia, tuntaskanlah kasus ahok segera

Para Ulama dan Habaib kita kurang baik apa, coba? Betapa sabarnya mereka menghadapi ulah Pak Ahok dan proses hukum yang dilaksanakan di negeri ini. Tidak satu kalipun keputusan ditetapkan melalui hawa nafsunya. Semua berdasarkan jalur kebenaran, keadilan dan kebijaksanaan.

Ketika Pak Ahok melakukan penistaan itu, para Ulama datang baik-baik ke Pak Polisi melaporkan perbuatan tersebut. Sesuai prosedur.

Diminta menunggu fatwa MUI, mereka bersabar dan keluarlah fatwa MUI.

Diminta datang ke istana dan bicara dengan Pak Jokowi, mereka datang baik-baik. Dengan cara yang santun dan sopan.
sholat jumat 212 2016

Datang meminta keadilan ke pintu istana, tidak sekalipun ucapan mereka menyuruh "dobrak, lawan, hancurkan." Mereka malah baca Al-Qur’an, berdo'a dan berdzikir.

Minta bertemu Pak Presiden, malah ditemui Pak JK. Mereka bersabar dan menerima dengan tenang hati.

Diminta menunggu dua minggu, mereka bersabar dan mengikuti prosesnya. Tidak ada provokasi apapun.

Diminta menunggu lagi dua minggu, mereka sabar menunggu. Walaupun akar rumput makin resah, tak sedikitpun ucapan atau fatwa yang menyeru pada perlawanan. Semua ucapannya menenangkan.

Ketika beliau-beliau bermaksud menggelar acara di Bundaran HI (demo di Bundaran HI ini sudah ribuan kali dilakukan rakyat Indonesia), Pak Polisi sibuk ancam sana sini. Larang ini itu. Bahkan keluar ungkapan MAKAR dari lisan Pak Kapolri.

Warga akar rumput resah. Marah. Tapi ulama adalah ulama. Mereka bicara baik-baik dan menerima kesepakatan untuk melaksanakan Aksi Bela Islam 3 di Monas.

"Kalau Ulama taat hukum, kenapa tidak biarkan saja para penegak hukum memprosesnya sesuai prosedur?"

Itulah bijaknya Ulama. Selain tanggung jawab pada Negara dengan mematuhi seluruh aturan hukum yang berlaku di NKRI, beliau-beliau juga punya Allâh yang memiliki aturan-aturan jelas dan tegas tentang apa yang dilakukan Pak Ahok.
Semua yang dilakukan para Ulama itu semata-mata adalah pemenuhan tanggung jawab mereka kepada Allâh dan kaum muslimin. Seperti yang telah mereka lakukan pada puluhan (atau mungkin ratusan) kasus penistaan Islam yang telah terjadi.

Kalau ternyata kasus ini semenggemparkan ini, maka itu bukanlah provokasi para Ulama. Ini semata-mata ada pada Bapak2 yang dinilai oleh masyarakat telah memperlakukan Pak Ahok tidak seperti kasus-kasus serupa. Terlalu berbeda. Terlalu istimewa.

Tak kurang dari Bapak Presiden dan Pak Kapolri yang sibuk melakukan tindakan tidak lazim. Lobi-lobi yang biasanya dilakukan oleh para pengacara tersangka, kini dilakukan oleh beliau-beliau. Juga ucapan dan pernyataan yang penuh muatan prasangka ditujukan pada ulama-ulama kita.

Ditunggangi aktor politik. Indikasi makar. Ini adalah ungkapan-ungkapan yang murni dimunculkan oleh beliau-beliau dan tidak yang lain. Siapa tidak resah kalau dituding "ditunggangi" dan "rencana makar" dengan propaganda yang begitu masifnya?

Tapi alhamdulillâh kita masih punya ulama-ulama baik hati yang mampu menenangkan umat yang sangat gelisah ini. Inilah di antara keberkahan dari Allâh yang menjadikan Indonesia masih diliputi kedamaian dan ketentraman.
Jadi, tidak ada alasan untuk tidak hadir dalam Aksi Bela Islam kali ini.

Kalau Anda takut dengan "fatwa sholat jum'at" dari beberapa ulama lain, maka hormati keputusan mereka! Taati saja jika itu menenangkan hati. Jadi, Anda cukup datang dan ikut sampai jam sebelas saja. Setelah itu bisa bergabung dengan jama'ah Jum'at di masjid yang paling dekat. Selesai masalahnya.

Kalau Anda segan karena "fatwa haram demonstrasi", maka cukup tidak hadir dan kunci lisan rapat-rapat. Ganti dengan do'a terbaik untuk kebaikan negeri ini. Tidak perlu mengucapkan atau menulis pernyataan yang melemahkan saudara-saudara kita.

Anda bayangkan beberapa Ulama peserta dan pendukung aksi ini dulunya adalah orang yang menolak cara-cara demonstrasi. Betapa tidak enaknya hati mereka ketika sekarang harus menempuh cara ini. Tapi inilah satu-satunya cara LEGAL yang diizinkan pemerintah. Dan saat ini dinilai paling efektif.

Kalau Anda riskan dengan larangan dari atasan dan semisalnya, atau ada kewajiban yang lebih mendesak yang tidak bisa ditinggalkan, maka dukung dengan cara-cara yang lain.

Keluarkan dana untuk menyokong para musafir dari luar kota serta luar pulau. Buat propaganda kebaikan tentang kedamaian aksi ini. Lantunkan doa terbaik setelah selesai amal kebaikan yang Anda lakukan.

Kalau Anda malas berangkat karena panas, takut hujan, capek, atau ada acara yang lebih seru dan enak, maka biasakan berjamaah di masjid. Dengarkan khutbah Jum'at jangan tidur atau main HP. Banyak-banyak sedekah. Dan banyak-banyak beristighfar...

Kalau Anda bersemangat berangkat ke ABI 3, tapi buat gagah-gagahan, biar bisa bikin foto selfie yang banyak, biar bisa cerita serunya aksi tersebut, dan niat nggak keren lainnya, maka beristighfarlah! Perbaiki niat dan lanjutkan perjuangan...
Semoga Allâh ridhoi...

Kalau Anda tidak mau datang karena benci dan jijik dengan ABI 3, menganggapnya anti demokrasi, anti Bhinneka Tunggal Ika, anti Pancasila, anti NKRI, maka coba datangi Ustadz terdekat. Mintalah ruqyah. Barangkali ada yang salah...dgn jiwamu.

repost from group dakwah whatsapp

artikel baru hari ini :

---------------------------------------------------------------------------
hanya dengan 5.000 rupiah donasi yang saudara/i berikan membantu kami
mewujudkan komputer khusus dakwah media ini

kirim ke no rekening bri 3343-01-023572-53-6 atas nama atri yuanda
atau ke paypal.me/atriyuanda

setelah transfer, informasikan ke kami dengan mengirim pesan
dengan format #nama#usia#asal daerah#jumlah donasi kirim ke 085362377198

total donasi masuk hingga hari ini telah terverifikasi sebesar Rp.1.920.000
total donasi yang dibutuhkan sebesar Rp.6.500.000
*program ini ditutup setelah dana pembelian komputer memadai*

pengen dialog santai, silahkan inbox kami. syukron

cari artikel ?. ketik dibawah ini